Hadiri RDP RUU Kewirausahawan di Senayan, Denia Prihatin Minimnya Pelaku Usaha Mikro

HIPMI sebagai motor penggerak berada dibarisan terdepan dalam memperjuangankan dunia usaha.

Hadiri RDP RUU Kewirausahawan di Senayan, Denia Prihatin Minimnya Pelaku Usaha Mikro
TRIBUN/ISTIMEWA
Ketua Umum HIPMI Kalimantan Barat Denia Yuniarti Abdussamad 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Umum HIPMI Kalimantan Barat Denia Yuniarti Abdussamad mewakili Kalimantan Barat menghadiri Rapat Dengar Pendapat mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Kewirausahawan di Hadapan Angggota DPR RI Komisi 1.

Bersama Rombongan Ketua Umum HIPMI Pusat, Bahlil Lahadalia moment RDP ini menjadi milestone penting agar segera terealisikannya UUD Kewirausahawan.

HIPMI sebagai motor penggerak berada dibarisan terdepan dalam memperjuangankan dunia usaha.

Baca: Dapat Tendangan di Perut Saat Latihan Silat, Pelajar ini Tewas

Denia, dalam wawancara pasca Forum RDP dengan Pansus RUU Kewirausahawan Nasional DPR RI menyampaikan bahwa pemerintah harus memberikan afirmasi pada pengusaha nasional melalui RUU Kewirausahaan.

RDP dipimpin oleh Andreas Eddy Susetyo, Ketua Pansus RUU Kewirausahaan Nasional DPR-RI dan dihadiri oleh sejumlah anggota Pansus lainnya. Denia mengungkapkan harus selalu menjadi perhatian bahwa jumlah wirausaha nasional saat ini baru mencapai 3,1 persen dari total penduduk.

Dimana terjadi tren kenaikan dari sebelumnya 1,67 persen pada 2013.
Namun dibandingkan dengan negara lain, rasio wirausaha Indonesia masih sangat kecil, dan belum memenuhi rasio yang ideal.

Lebih lanjut, katanya, terjadi kondisi yang timpang, karena jumlah wirausaha mikro dan kecil sangat besar sekitar 99,9 persen, sedangkan wirausaha menengah sangat kecil (0,1%).

Baca: Sebagian Zakat Mal Masjid Raya Mujahidin Disalurkan Kebidang Produktif

Padahal selama ini, menurutnya wirausaha UMKM memiliki komitmen kebangsaan yang kuat dan mampu mempercepat pemerataan ekonomi nasional.

"Wirausahawan merupakan aset bangsa yang penting. Penerimaan pajak terbesar adalah pajak usaha, yang berasal dari kalangan wirausaha. Jika di masa lalu pertahanan negara bergantung kepada militer, maka di masa depan pertahanan negara juga dilakukan oleh kalangan wirausaha," sampainya kepada Tribunpontianak.co.id.

Penulis: Maskartini
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help