Asisten Setda Harap Kegiatan Rohani Dapat Bentengi OMK Dari Pengaruh Buruk Perkembangan Zaman

Sebelumnya, acara ini mulai dengan melakukan ritual penyambutan tamu oleh pemangku adat Desa Simba Raya.

Asisten Setda Harap Kegiatan Rohani Dapat Bentengi OMK Dari Pengaruh Buruk Perkembangan Zaman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum, Marchues Afen membuka acara pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) se-paroki Tanjung Baung di Desa Simba Raya, Kecamatan Binjai Hulu, Senin (11/6/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum, Marchues Afen membuka acara pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) se-paroki Tanjung Baung di Desa Simba Raya, Kecamatan Binjai Hulu, Senin (11/6/2018) kemarin.

Turut hadir anggota komisi A DPRD Sintang, Julianus, camat Binjai Hulu, forkopimcam Kecamatan Binjai Hulu, para tokoh masyarakat dan tokoh agama serta tokoh adat di Desa Simba Raya, Kecamatan Binjai Hulu.

Baca: DPRD Kalbar Desak Aparat Kepolisian Sikapi Kemungkinan Terorisme Masuk Lewat Perbatasan

Baca: Pedagang di Sintang Jamin Stok dan Harga Daging Sapi Aman Hingga Lebaran

Tamu dan para peserta yang hadir dari berbagai desa di Kecamatan Binjai Hulu, Ketungau Hilir, Dedai, Kelam Permai, dan beberapa kecamatan lainnya.

Lebih dari 300 peserta sudah terdaftar saat acara pembukaan berakhir.

Baca: Pedagang di Sintang Jamin Stok dan Harga Daging Sapi Aman Hingga Lebaran

Sebagai simbolisasi dibukanya kegiatan ini, Afen melakukan pemukulan gong usai menyampaikan sambutannya.

Sebelumnya, acara ini mulai dengan melakukan ritual penyambutan tamu oleh pemangku adat Desa Simba Raya.

Pada kesempatan tersebut, Afen menjelaskan pemerintah daerah telah mencanangkan upaya mewujudkan masyarakat yang cerdas bagi generasi muda yang akan memegang tongkat estafet pembangunan berikutnya.

“Tantangan di lingkungan pergaulan anak muda saat ini cukup banyak, jadi kita perlu kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Bahaya narkoba, pergaulan bebas dan negative impact dari teknologi informasi sangat dekat dengan anak muda Indonesia," jelasnya.

Sebagai orang tua, ia berharap anak muda dapat menyadari sisi positif dan negatif dari pergaulan mereka. Menurutnya ada beberapa dampak negatif handphone dan internetnya, termasuk kerusakan hubungan orang tua dan anak.

"Kemudian menjauhkan teman yang ada di dekat kita, belum lagi orang muda ini menjadi kurang produktif karna menghabiskan waktu untuk bermain hp. Saya berharap dengan mengikuti kegiatan rohani seperi ini, anak-anak muda kita bisa memiliki benteng dan kekuatan untuk menghadapi semua itu,” pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved