Pertanyakan Pelanggaran Pemilu, Ini Hasil Mediasi Panwaslu Dengan Perwakilan Masyarakat di Mempawah

Selanjutnya pihak Panwaslu pun menelpon sang pemilik rumah, namun sang pemilik yang berada di luar kota tidak berkenan rumahnya di masuki masa.

Pertanyakan Pelanggaran Pemilu, Ini Hasil Mediasi Panwaslu Dengan Perwakilan Masyarakat di Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Suasana saat masyarakat bersama Panwaslu dan pihak Kepolisian kunjungi rumah warga yang diduga menyimpan barang - barang sembako dan sejenisnya, Senin (11/6/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Lebih dari 30 orang yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat Kabupaten Mempawah pada siang hari ini telah mendatangi Kantor Panwaslu Kabupaten Mempawah, untuk mempertanyakan laporan dari masyarakat terkait pelanggaran pemilu dan kinerja Panwaslu pada Pemilukada ini, Senin (11/06/2018).

Setelah melakukan Mediasi, masa, bersama pihak Panwaslu dan Kepolisian bergerak ke sebuah rumah yang di duga menjadi lokasi penyimpanan dan penumpukan barang - barang yang di jadikan sebagai alat kampanye, yang terletak di jalan Opu Daeng Manambon, Kecamatan Mempawah Hilir.

Baca: Puluhan Orang Datangi Kantor Panwaslu Mempawah, Serukan Pilkada Cinta Damai

Baca: Citimall Ketapang Salurkan Bantuan Untuk Masjid dan Santuni Anak Yatim

Rumah ini berpintukan besi, bertipe roling dor dengan tinggi sekitar 170 centimeter.

Namun, ketika sampai di lokasi ternyata keadaan rumah ini tertutup, dan ketika pihak Panwaslu yang terdiri dari Ketua Panwaslu Kabupaten Mempawah Ahkmad Amirudin beserta komisoner meminta informasi pada RT setempat, sang pemilik rumah ternyata sedang berada di luar Kota.

Baca: Mempawah Sabet Hampir Semua Juara di Festival Sahur di Pontianak

Selanjutnya pihak Panwaslu pun menelpon sang pemilik rumah, namun sang pemilik yang berada di luar kota tidak berkenan rumahnya di masuki masa.

Dengan keputusan tersebut pihak Panwaslu, perwakilan masyarakat dan kepolisian pun tidak dapat melakukan pemeriksaan karena terganjal perijinan.

"Ya tidak bisa masuk, Karena harus ada prosedural, tapi ini akan menjadi peningkatan pengawasan kita untuk mengawasi aktivitas tempat tersebut, dan selanjutnya pilihaknya akan segera menemui pemilik rumah untuk meminta klarifikasi dan informasi terkait laporan barang yang ada," ungkap Ahkmad Amirudin Ketua Panwaslu Kabupaten Mempawah.

Selanjutnya Ahmad menegaskan akan segera meminta klarifikasi ulang, dengan pihak Panwascam terkait laporan dari masyarakat yang telah melaporakan temuannya pada Panwascam.

Kemudian, Safiudin selaku Komisioner Divisi Hukum dan Penindakan pelanggaran, sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah hadir dan menyampaiakan aspirasinya dengan aman dan tertib di Panwaslu Mempawah,

"tentu adanya ini, merupakan masukan bagi kami, dan ini kami anggap suport bagi Panwas, agar lebih intens untuk melakukan pengawasan dan penindakan lagi," tuturnya.

ia memaparkan bahwa hingga kini pihaknya telah mendapati 4 laporan terkait pelanggaran pemilu di Kabupaten Mempawah.

1 diantara sedang di proses klarifikasi, namun Safiudin menilai laporan yang ada masih lemah akan bukti.

"ini kan harus ada bukti otentik, dan laporan yang ada ini masih lemah buktinya, masyarakat maunya terkadang cepat langsung di pidana dan sebagainya, sementara itu kami di tuntut melalui prosedur, yang mengharuskan untuk memuat bukti yang kuat agar dapat masuk kedalam ranah tindak lanjut," ungkapnya.

Namun, disisi lain Alex warga Mempawah hilir yang merupakan satu di antara banyak perwakilan dari masyarakat memaparkan bahwa, pihaknya masih merasa tidak puas dengan hasil mediasi yang ada, dan mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan sweping secara ilegal terhadap dugaan penumpukan bahan kampanye yang di larang (sembako dan sejenisnya).

Penulis: Ferryanto
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help