Libur Panjang, Bank Indonesia Minta Pelaku Usaha Antisipasi Kebutuhan Transaksi

pelaku usaha terutama harus mengantisipasi dari awal untuk bagaimana penyelesaian transaksi dan segala macam, pembayaran

Libur Panjang, Bank Indonesia Minta Pelaku Usaha Antisipasi Kebutuhan Transaksi
TRIBUNPONTIANAK/NINA SORAYA
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Prijono. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Nina Soraya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pada tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) memutuskan jumlah hari cuti bersama Lebaran 2018 mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri. SKB itu memutuskan cuti bersama Lebaran berlangsung mulai 11-20 Juni 2018.

Kantor Perwakilan bank Indonesia Propvinsi Kalimantan Barat menyatakan Libur lebaran yang cukup lama hingga 10 hari tidak masalah dalam pelayanan perbankan.

Baca: Miris! Pelaku Pungli Ancam Sopir Tak Boleh Masuk ke PLBN Aruk Jika Tak Bayar

Oleh karena itu, jauh sebelumnya sudah diberitahukan kepada kalangan perbankan, sehingga sudah mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk layanan penukaran, untuk transaksi dan seterusya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Kalimantan Barat, Prijono, menyampaikan terkait libur panjang ini pelaku usaha sebaiknya mengantisipasi lebih awal karena tutupnya hingga sekitar sepekan.

"Yaitu pelaku usaha terutama harus mengantisipasi dari awal untuk bagaimana penyelesaian transaksi dan segala macam, pembayaran dan seterusnyakan. Tapi sebenarnyakan teman-teman pelaku usaha sudah bisa memprediksi lebih awal dan kita nanti pada Selasa sudah buka lagi," jelasnya.

Baca: Catatan Unik Liga 1 Memasuki Libur Lebaran! Ganasnya Bomber Persib hingga Tiki-taka Klasemen

Dia mengatakan, meski layanan bank tidak beroperasi hingga 18 Juni 2018 mendatang. Namun pada tanggal 19 Juni 2018, bank membuka layanan terbatas seperti untuk melayani kliring dan segala macam.

Pridjono menegaskan, kesiapan Perbankan tersebut sudah termasuk penyiapan ATM yang sudah dalam perhitungannya, artinya ketika menghitung kebutuhan uang selama Ramadhan bahkan tidak hanya samapi Idul Fitri tetapi penyiapannya sepanjang masa.

"Dari Bank Indonesia sendiri sudah menyiapkan segala sesuatunya, sehingga jika sewaktu-waktu Perbankan membutuhkan uang segala macam sudah dalam penghitungannya sebelum Ramadan," tambahnya. 

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved