Ditemukan Kebakaran Hutan Seluas 2,5 Hektar di Ketapang

Ia memaparkan titik hotspot itu terpantau pihaknya melalui data satelit mulai Minggu 3 Juni hingga Jumat, 8 Juni lalu.

Ditemukan Kebakaran Hutan Seluas 2,5 Hektar di Ketapang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Petugas Manggala Agni Daops Ketapang meninjau bekas kebakaran yang terpantau titik hotspot di wilayah Ketapang belum lama ini 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Ketapang menemukan 11 titik hotspot di beberapa kecamatan di Ketapang. Di antara 11 titik hitspot yang ditemukan selama sepekan tersebut memang ada bekas kebakaran hutan seluas 2,5 hektar.

“11 titik hotspot yang juga ditemukan bekas kebaran hutan seluas 2,5 hektar itu didapat dari pantauan berbagai satelit. Di antaranya satelit teraa, aqua dan noa,” kata Kepala Manggala Agni Daops Ketapang, Rudi Windra Darisman di Ketapang, Senin (11/6).

Ia memaparkan titik hotspot itu terpantau pihaknya melalui data satelit mulai Minggu 3 Juni hingga Jumat, 8 Juni lalu. Menurutnya pada 3 Juni itu ditemukan tiga titik hotspot di Kecamatan Kendawangan, dua titik di Kecamatan Nanga Tayap.

Baca: Kebakaran Rumah Renggut Nyawa Kakek Husein Yang Sedang Menderita Stroke

Kemudian pada 5 Juni ditemukan tiga titik hotspot yakni masing-masing satu di Kecamatan Kendawangan, Simpang Hulu dan Air Upas. Selanjutnya pada 7 Juni ditemukan satu titik hotspot di Kendawangan lagi.

“Kemudian pada 8 Juni ditemukan dua titik hotspot di Kecamatan Pemahan. Serta dua titik hotspots yakni masing-masing satu di Kecamatan Kendawangan dan Tumbang Titi. Jadi totalnya selama Juni sudah ada 11 titik hotspot,” paparnya.

Rudi menjelaskan setelah mendapat data titik hotspot tersebut. Pihaknya bersama TNI dan Polri melakukan (grouncheck hotspot) atau pengecekan langsung kelapangan. Tujuannya untuk memastikan apakah hotspot itu ada kejadian kebakaran atau tidak.

“Jadi hasil pengecekan kita di lapangan untuk lokasi titik hotpsot yang ditemukan adanya bekas kebakaran dan apinya sudah padam. Di antaranya pada 3 Juni seluas 1,7 hektar, pada 7 Juni seluas 0,5 hektar dan pada 8 Juni seluas 0,3 hektar,” paparnya.

“Sedangkan titik hotspot yang lainnya merupakan bukan kejadian kebakaran. Tapi hanya efek sun glint atau pantulan cahaya panas matahari yang tertangkap satelit,” lanjutnya.

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved