Pilgub Kalbar

Bawaslu Ajak Masyarakat Awasi TPS

Indikatornya terkait dengan terpenuhinya hak-hak masyarakat untuk masuk ke dalam daftar pemilih.

Bawaslu Ajak Masyarakat Awasi TPS
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/FILE
Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah menjelaskan, jumlah TPS sekitar 11.300 an di Kalbar.

Pada saat penghitungan suara akan dilakukan pemetaan untuk menentukan kategori TPS rawan tinggi, sedang dan tidak rawan.

Indikatornya terkait dengan terpenuhinya hak-hak masyarakat untuk masuk ke dalam daftar pemilih.

(Baca: Ruhermansyah: Singkawang Bukan Daerah Rawan Pemilu )

"Apabila masih banyak yang tidak masuk, maka di situ kami kategorikan sangat rawan tadi," katanya, Senin (11/6/2018).

Kemudian intimidasi atau kekerasan terhadap penyelenggara pemilu. Perbuatan pelanggaran pemilu, baik administrasi, pidana pemilu dan etika.

Contoh kasus di situ marak terjadinya intimidasi terhadap pemilih, politik uang dan politisasi SARA. "Itu menjadi indikator kerawanan," sebutnya.

(Baca: Gerakan Subuh Berjamaah, Personel Polres Sambangi Masjid Jami Keraton Ismahayana Landak )

Ada beberapa TPS perkabupaten yang rawan. Ini gunanya mengajak seluruh elemen masyarakat, melaksanakan fokus pengawasan di daerah tersebut.

Pencegahan dilakukan dengan pola pikir, menghilangkan niat, dan menerapkan hukum pemilunya.

"Kita sama-sama plototi, sama-sama awasi sehingga apa yang dikhawatirkan tersdebut kita cegah. Dengan pencegahan sehingga tidak terjadi," ujarnya.

Mudah-mudahan apa yang di petakan pada TPS rawan tersebut juga tidak terjadi di TPS tertentu. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help