Sosialisasi Layang - layang Tanpa Kawat di Mempawah, Sejumlah Remaja Kocar- kacir

Kedatangan anggota Polisi Militer bersama petugas ini sontak membuat beberapa pemuda dan remaja yang sedang bermain lari berhamburan.

Sosialisasi Layang - layang Tanpa Kawat di Mempawah, Sejumlah Remaja Kocar- kacir
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Suasana pensosialisasian layang - layang tanpa kawat di Desa Kuala Secapah oleh petugas PLN dan Polisi Militer, Minggu (10/06/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Beberapa Petugas PLN Senggiring Kabupaten Mempawah bersama anggota Polisi Militer, hari ini melakukan sosialisasi kepada sejumlah masyarakat yang sedang bermain layang - layang di Desa Kuala Secapah, Minggu (10/06/2018) siang.

Kedatangan anggota Polisi Militer bersama petugas ini sontak membuat beberapa pemuda dan remaja yang sedang bermain lari berhamburan.

Baca: Gelar Bakti Ramadan, DPD KNPI Kabupaten Mempawah Santuni Puluhan Anak

Baca: Sutarmidji Ucapkan Bela Sungkawa Atas Wafarnya Mantan Wali Kota Pontianak

Iqbal Hekmatiar, Koordinator Gardu Induk Pln Senggiring mengungkapkan bahwa kegiatan ini di laksanakan dalam rangka mengamankan jaringan suplai Listrik yang ada di Kabupaten Mempawah dari gangguan.

"Disini kami dari PLN ada 3, dan juga di dampingi oleh 2 orang anggota dari Polisi militer, kali ini Kita fokuskan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menggunakan tali kawat bila bermain layangan, karena itu sangat berbahaya dan dapat menggangu jaringan bila sampai tersangkut," ungkapnya.

Baca: 117 Warga Binaan Mempawah Segera Terima Remisi Idul Fitri

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi ini telah di laksanakan sejak tanggal 4 juni lalu dan akan di lanjutkan hingga idul fitri nanti.

Selanjutnya, semenjak tanggal 4, pihaknya telah menyasar beberapa daerah di Kabupaten Mempawah dalam pensosialisasian larangan tali kawat ini.

Iqbal mengungkapkan, untuk saat ini pihaknya hanya sekedar memberikan sosialisasi dan masih belum bisa menerapkan sanksi pada pemain yang menggunakan tali kawat.

"Sanksi masih belum, ini adalah tahap pertama sosialisasi, dan untuk sanksi akan kita diskusikan dengan manager di Pontianak, untuk sanksi tegasnya, namun hal ini akan di koordinasikan dengan pihak lain dahulu," ungkapnya.

Iqbal berharap, orang - orang tua, tokoh masyarakat, serta pihak Desa dapat membantu pihaknya untuk mensosialisasikan larangan ke masyarakat terkait bahayanya bermain layang - layang dengan memggunakan Tali Kawat.

Kemudian, Sertu Rasu satu di antara anggota Polisi Militer yang mendampingi pihak PLN mengungkapkan bahwa layang - layang adalah sebuah Tradisi budaya yang harus di lestarikan.

Namun, dalam permainannya harus tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan.

"Layang - layang ini Tradisi, tidak bisa di hilangkan, tapi jangan sampai mengganggu juga orang banyak, seperti dengan menggunakan kawat, inikan berbahaya, bisa menyebankan konstlet, ini yang di larang dan dapat mengganggu," ungkapnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help