Sekolah Rusak

Marliati Menangis Lihat Dinding SDN 41 Kebangak Jebol

Bangunan SDN 41 Kebangak, di Dusun Kebangak, Desa Wirayuda, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang sangat memprihatinkan.

Marliati Menangis Lihat Dinding SDN 41 Kebangak Jebol
TRIBUN PONTIANAK/ WAHIDIN
SEKOLAH BERLANTAI TANAH - Satu ruang belajar tanpa dinding dan berlantaikan tanah di SDN 41 Kebangak, Dusun Kebangak, Desa Wirayuda, Kecamatan Ketungau Tengah, Sabtu (9/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bangunan SDN 41 Kebangak, di Dusun Kebangak, Desa Wirayuda, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang sangat memprihatinkan.

Lantai bangunan berupa tanah dan dinding banyak yang jebol. Selain itu sekolah masih kekurangan guru. Murid sekolah ini juga mengalami kondisi yang sulit.

Satu di antara orangtua siswa SDN 41 Kebangak, Marliati, sangat prihatin dengan kondisi tersebut. "Lihat dinding sekolah udah bolong. Di situlah mereka belajarnya. Dari dulu ibu nangis sampai sekarang. Masih banyak anak-anak ibu, cucu-cucu ibu, gimana nasib mereka nanti kalau sekolah di sini gini terus," tuturnya, Sabtu (9/6/2018).

Dia terpaksa membiarkan anaknya putus sekolah, sebelum SDN 41 Kebangak ditetapkan menjadi negeri dan membuka kelas baru.

Dikatakannya, saat masih berstatus kelas jauh dari SDN 1 Nanga Merakai, sekolah tersebut hanya untuk kelas satu sampai tiga. Sementara jika ingin melanjutkan ke kelas empat, harus pergi ke Nanga Merakai.

Namun karena kondisi ekonomi dan jarak yang jauh, saat itu anaknya yang bernama Imanuel, terpaksa berhenti sampai kelas tiga. Sampai akhirnya setelah satu tahun putus sekolah, tahun 2016 melanjutkan karena telah dibuka kelas baru.

"Ini kan baru pas tahun 2016 sampai enam kelas. Jadi anak ibu sempat satu tahun putus sekolah. Karena kalau mau lanjut ke Merakai gimana, dia masih kecil, jalannya jauh, kalau mau tinggal di sana tinggal dimana," ujarnya.

Marliati menambahkan, bahkan beberapa kali sekolah tersebut juga terputus, karena tidak memiliki tenaga pendidik. Kondisi tersebut pun tidak jauh berbeda sampai saat ini.
Sebab meskipun telah menjadi sekolah negeri, hanya ada tiga guru yang mengajar.

Itu pun hanya dua guru yang benar-benar aktif mengajar. Ia pun merasa prihatin kondisi pendidikan di Dusun Kebangak tidak kunjung membaik.

Penulis: Wahidin
Editor: Dian Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help