Pilgub Kalbar

Saat Pelipatan, Bawaslu Temukan Surat Suara Rusak

Sejumlah logistik Pilgub untuk kabupaten Sekadau sudah berada di kantor KPU Sekadau, dan surat suara sudah dilakukan pelipatan

Saat Pelipatan, Bawaslu Temukan Surat Suara Rusak
TRIBUN/ISTIMEWA
Proses penyortiran surat suara di KPU Kabupaten Sekadau, Jumat (8/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Sejumlah logistik Pilgub untuk Kabupaten Sekadau sudah berada di kantor KPU Sekadau, dan surat suara sudah dilakukan pelipatan dari beberapa waktu lalu.

Namun, pada proses tersebut Bawaslu Sekadau menemukan 13 lembar surat suara dalam kondisi rusak, dan adanya kelebihan surat suara dari jumlah DPT serta cadangan sekitar 2,5 persen.

"Dari data kita mencatat ada kelebihan suara suara sebanyak 3,699 lembar surat suara," ujar Komisioner Bawaslu Sekadau Teodorus Sutet, Jumat (8/6/2018).

Baca: Syarat Pindah Datang Penduduk Antar Kabupaten/Kota

Ia menjelaskan, dari tiga hari pelipatan surat suara, pada hari pertama terselesaikan sebanyak 41.321 surat suara, hari ke dua sebanyak 86.481 surat suara dan hari ketiga sebanyak 25.555, dan total surat suara yang diterima KPU Sekadau 153.357 surat suara.

Sedangkan berdasarkan berita acara serah terima surat suara, jumlah surat suara yang di distribusikan sebanyak 149.404 termasuk 2,5 persen surat suara cadangan.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua KPU Sekadau Gusti Mahmud Buang menyatakan, pihaknya sudah menerima berberapa jenis logistik Pemilu Gubenur - Wakil Gubernur Kalimantan Barat termasuk surat suara yang sudah dalam proses penyortiran

Baca: Kabar Terbaru Anak Pelaku Bom Bunuh Diri, Wali Kota Risma Takut Bertemu

"Hasil pemeriksaan petugas pelipatan surat suara didapati belasan surat suara dalam kondisi rusak, atau tidak layak digunakan. Atas temuan tersebut sudah kami laporkan kepada KPU Provinsi Kalimantan Barat," ungkapnya.

Buang menyatakan, KPU Sekadau sampai saat ini belum menerima surat suara untuk pemungutan suara ulang (PSU) jika terjadi pemilihan ulang di Tempat Pemungutan Suara (PSU).

"Surat suara untuk PSU diluar jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 2,5 Persen cadangan dari jumlah DPT dengan ketentuan setiap KPU Kabupaten/Kota hanya mendapatkan 2000 lebar surat suara untuk antisifasi bila mana terjadi PSU," tukasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help