Yuk Intip Distribusi dan Populasi Sebaran Orangutan di Kawasan Lindung Sungai Paduan

Sementara itu Syahik Nur Bani mengatakan pihaknya sangat tertarik untuk melakukan penelitian pada orangutan.

Yuk Intip Distribusi dan Populasi Sebaran Orangutan di Kawasan Lindung Sungai Paduan
ISTIMEWA
Tim YP saat melakukan survei melihat distribusi dan populasi sebaran orangutan di Kawasan Lindung Sungai Paduan. Serta di area hutan desa di Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Pihak Yayasan Palung (YP) pada akkhir April hingga awal Juni 2018 melakukan survei. Khususnya untuk melihat distribusi dan populasi sebaran orangutan di Kawasan Lindung Sungai Paduan. Serta di area hutan desa di Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara.

“Kawasan Lindung Sungai Paduan  memiliki luas 7.500 hektar. Kemudian di dalamnya terdapat lima hutan desa yang menjadi dampingan YP,” kata Communication Officer YP, Petrus Kanisius kepada wartawan di Ketapang, Kamis (7/6).

Ia menjelaskan tim saat melakukan survei menggunakan metode jalur transek. Metode ini untuk mengetahui perkiraan kepadatan tumbuhan dan satwa. Kemudian mengumpulkan informasi tentang keberagaman biodiverstas berupa tumbuhan.

Serta hewan yang berada di wilayah tersebut. “Tim survei dipimpin Syahik Nur Bani selaku KoordinatorSurvei YP bersama dengan Susanto, Samad, Musanif dan Syamsidar. Kemudian mengumpulkan informasi tentang apa pun tumbuhan,” ucapnya.

(Baca: IKBM Kalbar Dukung TNI dan Polri Ciptakan Pilkada Damai )

“Serta hewan yang berada di dalam transek tersebut. Baik itu pertemuan secara langsung atau pun tidakmisalnya melalui bekas jejak, kotoran, cakaran dan lain-lain,” lanjut Petrus.

Sementara itu Syahik Nur Bani mengatakan pihaknya sangat tertarik untuk melakukan penelitian pada orangutan. Sebab itu saat survei pihaknya juga berusaha mencari sarang orangutan yang ada di transek dan sekitarnya.

“Adapun survei dilakukan pada 14 transek. Kemudian diperlukan 20 hari untuk survei di seluruh hutan desa tersebut,” ungkap Bani.

(Baca: Polisi Limpahkan Berkas Perkara Kasus Miras di Ketungau Hulu ke Kejaksaan )

Bani menjelaskan kepadatan orangutan di hutan desa itu berdasarkan hitungan sarang yang ditemukan sebanyak 0,72-0,78 individu per km². Ini setara dengan sekitar 54 individu populasi orangutan yang tinggal di hutan desa.

“Kami melakukan survei masuk ke dalam lokasi-lokasi hutan yang masih bagus dan tutupan kanopi pohon yang rapat. Ini artinya survei tahun pada 2018 lebih baik dibanding pada 2017 silam yang hanya menemukan 16 individu orangutan saja,” jelasnya.

Ia menambahkan bahkan pada survei 2018 bahwa tansek berada pada luasan dan tutupan hutan baik. Sehingga hampir setiap transek terdapat sarang orangutan. Sedangkan sarang yang ditemukan sebanyak 76 sarang.

Saat survei kita tidak hanya menemukan sarang orangutan tetapi juga sarang lebah madu hutan. Biasanya lebah hutan memiliki sarang yang di dalamnya terdapat madu yang sangat berkhasiat atauberguna untuk kesehatan,” tuturnya.

Bani menambahkan pihaknya juga menemukan cakar dan bekas beruang madu atau sun Bear (Helarctos malayanus). “Bekas cakar beruang juga dapat kita temukan pada beberapa transek yaitu di Nipah Kuning dan Padu Banjar,” paparnya.

Biasanya beruang beraktivitas mencari makan yaitu madu di dalam batang pohon. Beruang biasanya merobek batang pohon itu dengan cakarnya. Beruang madu merupakan satwa endemik kalimantan dengan status konservasinya yang sudah rentan.

“Adapun tujuan dari adanya survei tersebut ini melihat distribusi. Serta populasi sebaran orangutan di Kawasan Lindung Sungai Paduan dari tahun ke tahunnya,” ujar Bani melalui rilis Communication OfficerYP, Petrus Kanisius.

Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help