Ramadan 1439 H

Dishanpang Hortikan Sanggau Gelar Bazar Beras Jelang Idul Fitri

Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau menggelar bazar beras lokal.

Dishanpang Hortikan Sanggau Gelar Bazar Beras Jelang Idul Fitri
TRIBUN PONTIANAK/HENDRI CHORNELIUS
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, John Hendri saat meninjau bazar beras di halaman kantor Dishangpang Hortikan, Kamis (7/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau menggelar bazar beras lokal.

Bazar berlangsung di halaman kantor Dishangpang Hortikan, Kamis (7/6/2018).

“Bazar beras dilakukan dalam rangka kita membantu sesama umat yang akan melaksanakan idul fitri. Kita tahu bahwa kebutuhan dasar, seperti beras dan lainnya sangat diperlukan masyarakat, ” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, John Hendri, Kamis (7/6/2018).

Baca: Disnakertrans Kalbar Beri Sanksi Tegas Perusahaan Bandel Belum Bayar THR H-7 Lebaran

Hendri mejelaskan, beras yang dijual sebanyak 1.5 ton dengan harga Rp 9 ribu perkilo gram dengan kualitas premium dan medium. Beras yang dijual berasal dari kelompok binaan Dishanpang Hortikan Sanggau dimasyarakat yang disebut dengan Tokoh Tani Indonesia (TTI).

“Mereka yang kita tumbuhkembangkan khusus untuk menanggani masalah produksi dan perdagangan. Kepada mereka juga sudah kita wanti-wanti, mereka tak boleh jual beras dengan harga yang tinggi. Maksimal Rp 9 ribu perkilo, ” tegasnya.

Pengalaman taun lalu, kata Hendri, kuota 1.5 ton tentu tidak cukup, akan tetapi dalam tahun 2018, pihaknya sudah beberapa kali melakukan bazar beras. “Kan masih ada sepekan lagi. Jika peminatnya cukup tinggi, ya kita lakukan bazar terus, ” ujarnya.

Hendri menambahkan, TTI yang dibina diantaranya di Batang Tarang dan Balai Karangan. TTI juga bisa melakukan pembelian gabah petani, setelah itu digiling untuk menjadi beras baru dijual.

“Awalnya, TTI ini kita berikan modal untuk mereka kelola. Dia bisa dalam bentuk beli gabah, bisa hasil usaha mereka sendiri yang mereka jual, tapi dengan harga yang tidak tinggi, ” pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved