Terdakwa Korupsi DAK Disdik Ketapang 2011 Divonis Satu Tahun Penjara

“Klien kita resmi divonis bersalah dan dijatuhi hukuman pidana satu tahun penjara. Serta denda Rp 50 juta subside satu bulan penjara,” kata Dewa

Terdakwa Korupsi DAK Disdik Ketapang 2011 Divonis Satu Tahun Penjara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SUBANDI
Kuasa Hukum Sonlie, Dewa (paling kanan) saat ditemui awak media di tempat kerjanya belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan (Disdik) Ketapang pada 2011 silam. Khususnya terhadap proyek penambahan ruang kelas pada 97 Sekolah Dasar (SD) di Ketapang dengan total anggaran Rp 8,9 Miliar.

Sonlie terdakwa pada kasus tersebut sudah menjalani beberapa kali persidangan di Pengadilan Tipikor Pontianak sejak awal Febrtuari lalu. Kuasa Hukum terdakwa, Dewa M Satria mengatakan saat ini kliennya sudah ada putusan pengadilan.

Baca: Imbau Pemudik Tak Gunakan Sepeda Motor, Kapolri: Rawan Kecelakaan

Baca: Ratusan Bikers Honda berbagi di Bulan Ramadan Melalui Brotherfood Gathering

“Klien kita resmi divonis bersalah dan dijatuhi hukuman pidana satu tahun penjara. Serta denda Rp 50 juta subside satu bulan penjara,” kata Dewa kepada wartawan di Ketapang, Rabu (6/6/2018).

Ia menjelaskan pada kasus yang ditanganinya itu kliennya dinyatakan telah menyebabkan kerugian Negara Rp 383 juta. Kemudian pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menurut kliennya 1 tahun enam bulan kurungan penjara.

Baca: Kreatif! Ampas Tebu Bisa Jadi Produk Berdaya Guna, Hasilnya Buat Kagum

Baca: BMKG Pantau 14 Titik Api di kalbar Hari ini

Serta denda Rp 100 juta subside emat bulan penjara.

“Kita bersukur dan berterimakasih kepada Majelis Hakim Tipikor Pontianak. Lantaran teleh memutuskan kliennya lebih rendah dibanding tuntutan JPU pada sidang putusan Selasa kemaren.

Terhadap putusan tersebut ia mengungkapkan kliennya menerima putusan itu. “Bahkan kita mengapresiasi pertimbangan hukum Majelis Hakim. Misalnya dalam fakta hukumnya menyatakan bahwa klien kita tak ada menerima,” ucapnya.

“Serta mendapatkan keuntungan atas kerugian Negara tersebut. Namun kasus ini terjadi hanya karena adanya kelalai klien kita yang berakibat pada kerugian Negara. Kemudian juga berdampak menguntungkan orang lain,” lanjutnya.

“Fakta itu yang disampaikan Majelis Hakim. Jadi kita mengapresiasi ini dan berharap sesudah adanya putusan pada klien kita ini. Maka pihak Polres  segera melanjutkan penyidikan terhadap pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus ini,” sambungnya.

Penulis: Subandi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help