Gugatan Class Action Terhadap PT LSM Dihentikan

Majelis Hakim PN Ketapang memutuskan gugatan Class Action M Sandi CS dianggap tidak memenuhi syarat dan gugatan tersebut diberhentikan.

Gugatan Class Action Terhadap PT LSM Dihentikan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Hakim Ketua Persidangan, Tommy Manik membacakan putusan terkait gugatan Class Action antara penggugat M Sandi CS dan tergugat PT LSM di ruang sidang PN Ketapang, Rabu (6/6). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Pengadilan Negeri (PN) Ketapang menggelar sidang putusan mengenai gugatan Class Action atau perwakilan kelompok yang dilakukan M Sandi Cs terhadap tergugat PT Ladang Sawit Mas (LSM) di ruang sidang PN Ketapang, Rabu (6/6).

Pada sidang itu Majelis Hakim PN Ketapang memutuskan gugatan Class Action M Sandi CS dianggap tidak memenuhi syarat dan gugatan tersebut diberhentikan.

Putusan itu dibacakan Hakim Ketua Persidangan, Tommy Manik di depan kedua belah pihak.

“Memutuskan pertama gugatan Class Action dianggap tidak sah. Kedua memerintahkan pemeriksaan perkara dihentikan,” kata Tommy saat sidang putusan itu berlangsung.

Baca: PT LSM Dinilai Jaga Kelestarian Orangutan

Bahkan Majlis Hakim juga menghukum penggugat untuk membayar ganti rugi perkara sidang Rp 1.041.000. “Bagi kedua belah pihak yang merasa keberatan bisa mengajukan keberatan paling lama 14 hari mulai besok,” ungkapnya.

Kuasa hukum PT Ladang Sawit Mas, Muhammad Supono mengatakan pihaknya menerima putusan PN Ketapang itu. Ia juga senang Hakim memutuskan menghentikan perkara karena gugatan Class Action ini dinilainya memang tidak memenuhi syarat.

“Secara materil dan formil gugatan Class Action itu tidak memenuhi syarat. Apalagi identitas penggungat yang mengatas namakan kelompok nelayan tidak benar dan tidak terbukti. Tidak ada yang diwakili mereka itu sebagai nelayan,” katanya.

Ia menambahkan kerusakan lingkungan yakni pencemaran sungai oleh limpah PT LSM hingga menyebabkan kerugian masyarakat juga tak jelas. Sebab penggugat tidak bisa merincikan secara jelas apa dan berapa kerugian tersebut.

“Jadi dalam gugatan itu ibaratnya mereka itu hanya menerka-nerka saja. Makanya atas dasar pertimbangan itu keputusan Hakim sudah sangat tepat,” ungkapnya.

Ia menegaskan pihaknya siap jika tergugat melakukan langkah lain. Terlebih berdasarkan fakta persidangan sudah jelas gugatan yang disampaikan penggugat tak benar. “Jadi kita tunggu saja bagaimana kedepannya nanti,” tuturnya.

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help