Pelaksana Pembangunan Jl Nasional Ketapang–Siduk Abaikan Keluhan Masyarakat

Jadi kalau melihat jalan itu tidak juga dibaguskan. Artinya pelaksana pembangunan Jl Nasional Ketapang–Siduk itu sudah abaikan keluhan masyarakat.

Pelaksana Pembangunan Jl Nasional Ketapang–Siduk Abaikan Keluhan Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Pengendara hingga keluar jalur jalan menghindari lubang yang tergenang air pada Jl Nasional Ketapang-Siduk tepatnya di turunan Jembatan Pawan II Kelurahan Sukaharja Kecamatan Delta Pawan, Senin (28/5). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait keluhan terhadap kondisi Jl Nasional Ketapang – Siduk tepatnya di turunan Jembatan Pawan II atau depan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Ketapang di Kelurahan Sukaharja Kecamatan Delta Pawan sudah terjadi sejak bulan-bulan.

Yopi pengusaha warkop di Jl DI Panjaitan Ketapang berstatus jalan nasional yang dibangun Pemerintah Pusat pada 2018.

Ia mengungkapkan sepengetahuannya pada Jl Nasional Ketapang – Siduk ada anggaran untuk perawatannya.

Sehingga selain ada ruas yang dibangun seperti Jl DI Panjaitan tempat usahanya.

Baca: Jalan Nasional Ketapang – Siduk Yang Rusak Parah Belum Diperbaiki

Menurutnya sepanjang jalan Ketapang – Siduk jika ada yang rusak juga dilakukan perbaikan. Bahkan pada tahun sebelumnya juga pernah dilakukan penampalan.

“Jadi kalau melihat jalan itu tidak juga dibaguskan. Artinya pelaksana pembangunan Jl Nasional Ketapang–Siduk itu sudah abaikan keluhan masyarakat,” kata warga Kelurahan Tengah Kecamatan Delta Pawan ini kepada wartawan di Ketapang, Selasa (5/6).

Ia mengaku kecewa terhadap pihak terkait termasuk pihak SPBE yang berada tepat di depan jalan rusak tersebut. Sebab semuanya terkesan acuh dan tak peduli terhadap apa yang dikeluhkan masyarakat Ketapang.

Ia berharap Pemkab Ketapang bisa menegur pihak SPBE itu agar peduli pada kondisi di sekitar lingkungannya. “Apalagi selama ini belum pernah saya mendengar SPBE itu menyalaurkan dana CSR nya yang dikatakan sebagai kewajiban perusahaan,” ujarnya.

“Jadi kita minta pihak SPBE menyalurkan dana CSR nya memperbaiki jalan rusak itu. Kemudian pelaksana pembangunan Jl Nasional Ketapang – Siduk harus peka pada keluhan masyarakat. Apalagi masyarakat sudah mendukung pekerjaan mereka,” tegasnya.

Yopi juga mengaku pernah menjadi korban kecelakaan lalulintas disebabkan melanggar jalan rusak tersebut. Ketika itu ia baru saja dari Pontianak dan subuh melintasi jalan rusak itu ketika ada tergenang air sedikit.

“Saya terjatuh karena melanggar lubang di jalan itu. Bayangkan saja turun dari jembatan menikung tiba-tiba ketemu jalan rusak begitu. Kalau orang baru sudah pasti akan melanggar lubang itu apalagi hampir semua jalannya berlubang,” tuturnya. 

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help