Ramadan 1439 H

Masjid Tua di Desa Sungai Kapah Diusulkan jadi Cagar Budaya

Masjid tua di Dusun Sepakat Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap ini menjadi bukti, bagaimana perkembangan Islam di wilayah pesisir.

Masjid Tua di Desa Sungai Kapah Diusulkan jadi Cagar Budaya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ZULKIFLI
Masjid At Tamini di Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya tampak dari dekat. Bangunan Masjid berbahan kayu ini, menjadi satu dari sedikit Masjid yang masih dapat dijumpai di Kubu Raya, bahkan Kalimantan Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Masjid tua di Dusun Sepakat Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya ini menjadi bukti, bagaimana perkembangan Islam di wilayah pesisir, yang saat ini secara administratif berada di wilayah Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Masjid ini kini telah berusia 1 abad lebih, tepatnya pada 1900 silam, didirikan oleh tokoh agama setempat bernama H Tamin bin H Abdussamad. Sehingga namanya diabadikan sama dengan nama Masjid.

Namun kondisi Masjid berbahan kayu belian dan kayu tekam, kini kondisinya memperihatinkan. Struktur kayu, pondasi dan beberapa bagian fisik bangunan mulai termakan usia.

Baca: 3 Miniatur Masjid di Kalbar Ini Jadi Juara di Lomba Maket PKM Remaja Masjid se Kalbar

Oleh karena itu tokoh dan masyarakat setempat berharap kepedulian Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, agar Masjid yang berusia 1 abad lebih tersebut agar dapat ditetapkan menjadi cagar budaya.

Tokoh Masyarakat yang juga pengurus Masjid At Tamini Muhtar mengatakan, meski kini Masjid At Tamini, telah memiliki bangunan Masjid yang baru, namun keberadaan bangunan Masjid yang lama memiliki nilai sejarah dan keunikan tersendiri, sehingga patut diperhatikan Pemerintah Kubu Raya.

"Tentunya jika Masjid ini dapat dilestarikan tentu akan bisa menjadi tempat belajar yang baik bagi generasi yang akan datang," ujarnya kepada Tribun Selasa (5/6/2018).

Baca: Salat Lailatul Qadar, Jangan Keliru, Berikut Bacaan Doa, Niat dan Tata Caranya, Lengkap!

Pendiri Masjid ini yakni H Tamin Bin H Abdussamad tokoh agama di Sungai Kupah yang meninggal tahun 1949 silam. Nama pendiri inilah yang kemudian diabadikan menjadi nama Masjid At Tamini.

Bangunan Masjid At Tamini semuanya terbuat dari kayu belian dan kayu tekam masjid ini pun atapnya terbuat dari kayu belian.
Saat ini Mesjid tidak lagi digunakan untuk Salat lima waktu kecuali, saat Idul Fitri dan Idul Adha ketika jemaah ramai. Bangunan Masjid ini kini digunakan tempat belajar TPA.

Sementara itu, luas bangunan Masjid At Tamini 11x11 meter, mampu menampung sekitar 200 lebih jamaah. Masjid ini memiliki delapan jendela yang berukuran sama dengan pintu. 6 jendela di bagian samping kanan dan kiri dan dua jendela di bagian depan.

Uniknya lagi, kubah masjid ini tidak seperti masjid sekarang karena dipuncaknya terdapat tempayan atau guci. Sedangkan bentuk bangunannya berupa rumah panggung setinggi 1,5 meter.

Dibagian interior Masjid memiliki 4 tiang penyanggah berdiameter sekitar 40 Cm.

Masjid ini juga masih terdapat ornamen klasik, berupa lampu gantung tempo dulu yang terpasang di sisi kiri dan kanan. Sementara di bagian mimbar juga masih terpajang awet kaligrafi ayat Alquran.

Penulis: Zulkifli
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved