Jejak Kekhalifahan Ustmaniyah di Kesultanan Pontianak

Pada masanya kerajaan-kerajaan di semenanjung, tidak hanya ingin Sultan Syarif Abdurrahman menjadi figur atau ulama

Jejak Kekhalifahan Ustmaniyah di Kesultanan Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ZULKIFLI
Sejumlah siswa berkunjung ke Istana Kadriah Pontianak belum lama ini. Lambang Kesultanan berupa Bulan Bintang dapat ditemui dipintu masuk ruang Singgasana Istana Kadriah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Nama besar Kesultanan Ustmaniyah atau biasa juga disebut Kekaisaran Ottoman, pernah menjadi Kesultanan yang disegani didunia pada eranya.

Pengaruhnya bahkan sampai ke Asia Tenggara, termasuk di Kesultanan Pontianak, terutama perananya dalam menyebarkan ajaran Islam dengan mengutus para ulama.

Pemerhati sejarah Kesultanan yang juga Sektetaris Sultan Pontianak IX , Muhammad Donny Iswara mengatakan pada masa kejayaan dari Kesultanan Ustmaniyah, turut mengutus ulama dari negeri Yaman untuk menyebarkan Islam ke Asia Tenggara.

Baca: Menelisik Sejarah Kesultanan dan Berkembangnya Islam di Pontianak

Baca: Ingat Khansa Qonitah? Dara Cantik Ini Ajak Masyarakat Berdakwah Melalui Media

"Orde itu juga sampai pada Habib Husen, abah Sultan Syarif Abdurrahman, di Mempawah dan betul menyampaikan risalah dari Khalifah Ustmani pada masa itu," ujarnya

Pada masanya kerajaan-kerajaan di semenanjung, tidak hanya ingin Sultan Syarif Abdurrahman menjadi figur atau ulama, tetapi juga mendorong agar ia menjadi Sultan dinegeri baru, yang akarnya adakah syariat Islam.

Baca: Seperti Ini Pelayanan Kesehatan Peserta JKN-KIS Selama Libur Lebaran 2018

Hubungan historis antara Kesultanan Ustmaniyah dengan Kesultanan Pontianak ini juga dapa dilihat dari lambang kesultanan Pontianak, sama dengan Kesultanan Turki, pada masa itu yakni berupa bulan dan bintang yang juga dapat dilihat di pintu masuk Istana Kadriah.

"Maka lambang kesultanan Pontianak dengan Turki itu sama. Mengunakan bulan bintang," ujarnya

Hubungan ini berlanjut dengan turunya ulama dari Turki ke wilayah Kesultanan Pontianak untuk menyebarkan risalah. Maka lanjutnya Mufti pertama kesultanan Pontianak, bernama Syekh Mahmoud Syarwani.

Ia mengarang kitab yang menjadi pijakan hukum dan adat di Kesultanan Pontianak.
Isinya tentang aturan Islam dsri 4 mazhab, yakni imam Maliki, Hanafi, Syafii, dan Hambali.

"Kitab ini untuk djadikan sandaran hukum dari orang lahir sampai wafat kala itu di Kesultanan Pontianak,"pungkasnya. 

Penulis: Zulkifli
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help