Akun Facebook Pengupload Video Pidato Cornelis Berisi Dugaan Hina Islam dan Melayu di Laporkan

Ia pun menegaskan jika dalam pidato Cornelis tersebut tidaklah ada kalimat yang menghina agama Islam maupun suku Melayu.

Akun Facebook Pengupload Video Pidato Cornelis Berisi Dugaan Hina Islam dan Melayu di Laporkan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Suasana saat Kuasa hukum Drs. Cornelis MH, yakni Lipi Asmed SH, Carlos Penadur SH dari kantor Martinus Ekok SH, MH menggelar pertemuan dengan awak media guna melaporkan akun Facebook yang diduga mengupload, membuat, distribusi bahkan tranmisikan sebuah video yang berjudul Cornelis Gubernur Kalbar menghina Islam dan Melayu 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kuasa hukum Drs Cornelis MH, yakni Lipi Asmed SH, Carlos Penadur SH dari kantor Martinus Ekok SH, MH melaporkan akun Facebook yang diduga mengupload, membuat, distribusi bahkan tranmisikan sebuah video yang berjudul Cornelis Gubernur Kalbar menghina Islam dan Melayu.

Menurut Lipi Asmed SH, video itu diduga diupload, dibuat, distribusi bahkan tranmisikan oleh akun Ulfa Milawati.

"Kami tim penasehat hukum Cornelis MH menjelaskan bahwa pertama kami telah membuat laporan di Polda Kalbar karena apa yang dibuat di Facebook itu tidak benar," katanya, Selasa (5/6/2018) saat menggelar pertemuan dengan awak media di sekreteriat Karolin-Gidot, Jalan Tanjung Pura Kota Pontianak.

Baca: Kotoran Manusia dari Pesawat Jatuh Timpa Mobil di Jalan Raya, Otoritas Lakukan Penyelidikan

Ia pun menegaskan jika dalam pidato Cornelis tersebut tidaklah ada kalimat yang menghina agama Islam maupun suku Melayu.

"Kedua, dalam pidato Cornelis MH tidak ada kata dan atau kalimat yang menghina Islam dan Melayu," ujarnya.

Lipi pun berharap, dengan sempat viralnya video tersebut maka diharapkan agar seluruh elemen masyarakat tidak terpengaruh.

"Ketiga, pada seluruh masyarakat Kalbar yang Dayak tidak terprovokasi dengan beredarnya Facebook tersebut," harapnya.

Selain itu, ia pun menduga bahwa video tersebut diviralkan guna membuat gadug suasana yang kondusif di Kalbar.

"Keempat, kami menduga kuat diviralkannya Facebook tersebut untuk membuat gaduh suasana yang sudah kondusif menjelang Pilkada di Kalbar," katanya.

Baca: Derita Tumor Cavorium, Warga Melawi Ini Butuh Donasi

Ia pun mengatakan, jika pihaknya telah memasukan laporan namun masih bersifat pengaduan.

"Kita masukan laporan masih bersifat pengaduan. Video itu saat acara di Kapuas Palace pertemuan Temenggung se-Kalbar saat Dawai Dayak belum lama ini," bebernya.

Kuasa hukum Gubernur Kalbar dua periode ini pun mengatakan, diduga pemilik akun tersebut melanggar pasal berlapis.

"Dugaan melanggar Pasal 27 ayat 3, pasal 28 junto pasal 45 UU 11 tahun 2008 yang diubah di UU 19 tahun 2016 ITE," ujarnya.

Saat coba ditelusuri dimedia sosial Facebook, ternyata akun UM (inisial) telah tidak dapat ditemukan dan kemungkinan telah ditutup sang pemilik akun.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help