Seorang Nelayan Ditangkap Polisi Gara-gara Posting Ini di Fecebook

Tersangka sudah diamankan dan sudah didalami kasus yang dihadapinya saat ini

Seorang Nelayan Ditangkap Polisi Gara-gara Posting Ini di Fecebook
(KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE)
Diduga menghina lambang negara di media sosial Facebook, seorang nelayan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, berinisial AC (38) diamankan di Mapolres Baubau. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BAUBAU – Mapolres Baubau, mengamankan seorang nelayan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, berinisial AC (38), Senin (4/6/2018).

Ia diduga menghina lambang negara di media sosial facebook. Ia menulis poin kelima Pancasil, "kebohongan bagi seluruh masyarakat Baubau".

“Kami menerima laporan dari masyarakat, bahwa ada sebuah akun di FB, memposting sila Pancasila dengan kata-kata, Pancasila, poin 5, kebohongan bagi seluruh masyarakat baubau,” kata Wakapolres Baubau, Kompol I Gusti Gede Raka Mertayasa, Senin (4/6/2018).

(Baca: Besok, Pengacara Ini Akan Laporkan Anggota KPU RI ke DKPP )

Postingan tersebut ia share di Facebook group Ruang Diskusi Mencari Walikota Baubau 2018-2023 dengan menggunakan akun Ichal Ichalo. Postingan tersebut membuat warga Baubau resah. Baca juga: Ulah Remaja S yang Menghina Presiden Jokowi Berujung Masalah Hukum.

“Sehingga Polres Baubau bekerja sama dengan Polres Buton menyelidiki sehingga berhasil mengamankan yang bersangkutan. Tersangka sudah diamankan dan sudah didalami kasus yang dihadapinya saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, AC hanya bisa menunduk saat diinterogasi penyidik Polres Baubau. “Saya tidak sengaja tulis begitu, saya tidak bermasuk menulis menghina Pancasila,” ucap AC.

AC terancam pasal 14 Undang-undang Dasar Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Hina Pancasila di Medsos, Seorang Nelayan Diamankan Polisi

Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help