Garuda Indonesia Group Siapkan 150.510 Kursi Penerbangan Ekstra

Persiapan dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan trafik penumpang selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2018.

Garuda Indonesia Group Siapkan 150.510 Kursi Penerbangan Ekstra
AFP/ARIF ARIADI
Garuda Indonesia 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejalan dengan upaya peningkatan kinerja operasional jelang peak season Lebaran 2018, Garuda Indonesia Group menyiapkan sedikitnya 150.510 kursi penerbangan ekstra.

Persiapan dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan trafik penumpang selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2018.

Baca: Pilot Ancam Mogok Kerja, Garuda Pastikan Layanan Operasional Jelang Lebaran Tetap Berjalan

Baca: Tanggapi Isu Pilot Mogok, Garuda Pastikan Operasional Jelang Lebaran Normal

Melalui press release yang disampaikan Garuda Indonesia Cabang Pontianak kepada Tribunpontianak.co.id Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury menyampaikan lonjakan diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 8 Juni 2018 hingga 24 Juni 2018 (H-7 s/d H+9) baik untuk rute domestik dan internasional. 

Baca: Garuda Hotel Siap Layani 150 Peserta Pesparawi 2018 Dari Lampung

Kapasitas penerbangan tambahan tersebut terdiri dari 768 frekuensi penerbangan tambahan yaitu 480 penerbangan Citilink dan 288 penerbangan Garuda Indonesia. Kapasitas tambahan tersebut meningkat sebesar 39 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar 107.750 kursi. 

Lebih lanjut, upaya peningkatan kinerja operasional perusahaan jelang peak season juga terus menunjukan tren yang semakin menjanjikan. Secara operasional, on time performance Garuda Indonesia pada periode Jan- Mei  2018 berhasil mencapai 89 persen, lebih baik dibanding periode yang sama di 2017. 

Bahkan baru-baru ini OAG Flightview sebuah lembaga pemeringkatkan OTP independent  menempatan Garuda Indonesia sebagai salah satu dari 10 maskapai penerbangan global dengan capaian OTP terbaik di periode April 2018 dengan capaian sebesar 85.1 persen. 

Peningkatan aspek kelancaran operasional terus dilakukan termasuk dengan menambah komposisi jumlah crew baik cabin maupun cockpit. Dari sisi safety, jumlah incident per 1000 departure terus menurun. 

Dari sisi pelayanan pun Garuda Indonesia secara konsisten juga berhasil mempertahankan capaian status bintang 5 dari Skytrax yang diraih pada February 2018 lalu. Hal ini juga turut menjadi salah satu wujud komitmen manajemen dalam memberikan konsistensi kualitas layanan yang optimal kepada pengguna jasa. 

Adapun dari sisi kinerja keuangan, meskipun telah terjadi depresiasi rupiah serta kenaikan harga avtur, potensi kerugian perusahaan berhasil ditekan hingga 36 persen dan EBITDAR margin membaik ke 23 persen dari sekitar 19 persen. 

Garuda Indonesia juga berhasil menekan kerugian pada Kuartal I-2018 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.Pada Januari - Maret 2018 kerugian tercatat 64,3 juta dollar AS atau senilai Rp 868 miliar atau turun 36 persen dibandingkan dengan Januari-Maret 2017 mencapai 101,2 juta dolar AS atau senilai Rp 1,36 triliun.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help