Pilgub Kalbar

Karolin: Pancasila itu Momentum Merawat Persaudaraan

Pancasila hadir sebagai rumah bagi bangsa Indonesia tanpa membedakan suku, ras, dan antargolongan.

Karolin: Pancasila itu Momentum Merawat Persaudaraan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pancasila hadir sebagai rumah bagi bangsa Indonesia tanpa membedakan suku, ras, dan antargolongan.

Pancasila menjadi ideologi, pandangan, dan falsafah hidup bagi Indonesia. Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegar dalam mewujudkn cita-cita proklamasi kemerdekaan.

Hal tersebut diungkapkan Karolin Margret Natasa, calon Gubernur Kalimantan Barat periode 2018-2023 pada peringatan hari lahir Pancasila, 1 Juni 2018.

“Pancasila harus kita jaga. Pancasila adalah rumah besar, rumah bersama Indonesia,” kata Karolin kepada Tribunpontianak.co.id

"Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya merupakan nilai-nilai luhur yang digali dari budaya bangsa dan memiliki nilai dasar yang diakui secara universal dan tidak akan berubah oleh perjalanan waktu. Saya rasa ini yang perlu kita pertegas dalam memaknai hari lahirnya Pancasila," jelasnya.

Baca: Silaturahmi Ramadan ke Mempawah, Karolin Napak Tilas Tanah Kelahiran

Karolin menambahkan, Indonesia yang dibangun atas dasar niat baik dari anak bangsa untuk saling berbagi dan membangun identitas bersama kini justru dicemari oleh semangat mengedepankan perbedaan.

Padahal sejarah jelas mencatat kelahiran Indonesia didasarkan semangat persatuan. Dari bangsa-bangsa yang berbeda dengan sejarah berbeda menjadi Bangsa Indonesia.

"Untuk itu, Pancasila perlu diperkuat di kalangan generasi muda bangsa. Agar kita tidak terkotak-kotak oleh perbedaan yang nyata dapat memecah belah persatuan dan kesatuan yang sudah terjalin sangat baik selama ini di Kalbar," kata Karolin yang berpasangan dengan Suryadman Gidot dalam pemilukada Kalbar.

Karolin mengatakan, sejak tahun lalu, dimulai 2017, setiap tanggal 1 Juni yang merupakan hari lahir Pancasila, ditetapkan sebagai hari libur secara nasional. “Ini bentuk penghargaan negara. Seluruh anak bangsa harus berkomitmen menjaga Pancasila,” katanya.

Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pidato pada peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, di Gedung Merdeka, Bandung, pada 1 Juni 2016.

"Untuk itu, saya mengajak kepada masyarakat Kalbar agar bisa memaknai peringatan Hari Lahir Pancasila ini sebagai momentum mempererat tali persaudaraan kita dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa," pungkasnya.(*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved