Ramadan 1439 H

Jadi Pemateri di Kegiatan KSR PMI Untan, Ini Penjelasan Dian Lestari Tentang Hoaks

Kedua yakni diss informasi. Seseorang mengatahui berita tersebut salah dan sengaja menyebarkanya dengan tujuan tertentu.

Jadi Pemateri di Kegiatan KSR PMI Untan, Ini Penjelasan Dian Lestari Tentang Hoaks
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ZULKIFLI
Redaktur Tribun Pontianak Dian Lestari saat memberikan materi tentang anti hoaks di aula PKM Untan, Jumat (1/6/2018) 

Laporn Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Korps Sukarelawan (KSR) PMI Universitas Tanjungpura memperingati Hari Kesehatan Palang Merah Indonesia Sedunia (HKPMS)

Dengan menggelar kegiatan bakti sosial berupa sedekah dan buka puasa bersama dengan anak panti asuhan di aula PKM Untan, Jumat (1/6/2018).

Baca: Badan Restorasi Gambut RI Akan Gelar Safari Ramadan ke Kalbar

Tidak hanya itu kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian materi tentang peran pemuda menyikapi, hoaks dan terorisme yang disampaikan oleh redaktur harian Tribun Pontianak, Dian Lestari.

Ketua AJI Pontianak ini, mengatakan beberapa hal tentang berita hoaks atau informasi atau berita bohong.

Baca: Jaga Ketertiban dan Ketentraman Selama Ramadan, Ini Upaya Pemkot Pontianak

Ia menjelaskan berita hoaks tersebut terbagi menjadi dua, pertama yang disebabkan miss informasi.

Jadi informasi yang disebar luaskan tersebut ternyata salah, tetapi orang yang membagikan artikel atau berita tersebut menyakini informasi tersebut benar.

"Jadi dia tidak tahu kepastian kebenaran informasi tersebut," ujarnya

Kedua yakni diss informasi. Seseorang mengatahui berita tersebut salah dan sengaja menyebarkanya dengan tujuan tertentu.

Misalnya membuat masyarakat saling membenci, saling menghujat dan saling terpecah belah.

"Ini yang bahaya jika terjadi ," imbuhnya.
Dia Lestari juga menjelaskan, bahkan untuk memuluskan tujuanya untuk menyebarkan kebencian tersebut, kadang bahan informasi baik tulisan, foto maupun video tersebut membawa-bawa simbol Agama dan suku sehingga sangat rentan membuat orang marah atau membenci.

Ia mengatakan, bahwa siapaun sangat rentan menjadi korban hoaks. Sebagai contoh kasus seorang Menteri saja pernah menjadi korban hoaks.
"Apalagi kita ini," ujarnya
Dian Lestari pada kesempatan tersebut juga menjelaskan konsekuensi bagi penyebar berita hoax dapat dipidana dengan hukuman.

Ketua Panitia Mario Andhika, mengatakan kegiatan baksos ini diikuti 45 peserta dari 3 Panti Asuhan, di antaranya panti Getsemani, Panti Asuhan Aisyah dan Tunas Melati.

Dalam rangkaianya sebelumnya pihanya menggelar lomba dan aksi donor darah. (zul)

Penulis: Zulkifli
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved