Bidang Otomotif Hanya Buat Kaum Laki-laki? Simak Ulasannya Berikut

Terutama buat yang cewek-cewek, orangtua biasanya mikir anak gadisnya harus kerja di kantor

Bidang Otomotif Hanya Buat Kaum Laki-laki? Simak Ulasannya Berikut
Ilustrasi
otomotif 2

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Orangtua ingin yang terbaik buat anaknya, tapi kadang yang dianggap baik oleh orangtua belum tentu yang tepat dan dinginkan oleh anak.

Akhirnya, sering sekali terjadi selisih paham antara orangtua dan anak mengenai apa yang orangtua anggap baik dengan apa yang anaknya mau.

Terutama buat yang cewek-cewek, orangtua biasanya mikir anak gadisnya harus kerja di kantor, jangan bekerja di bidang yang berat seperti otomotif yang mereka diyakini bahwa itu pekerjaan buat laki-laki.

(Baca: Kapolsek Tayan Hulu Beberkan Kronologi Laka Lantas di Jalan Raya Sosok Batang Tarang )

Tapi apa iya sih otomotif cuma pekerjaan buat cowok, mari simak ulasan berikut yang dijawab langsung oleh Psikolog rubrik hangout Tribun Pontianak, Rika Indarti.

Pertanyaan :

Assalamualaikum, aku lagi binggung banget ni soalnya orangtua maunya nanti aku lanjut ke SMA, padahal aku pengennya masuk SMK soalnya aku pengen ngembangin hobi dan bakat aku di bidang otomotif kak, tapi kata orangtua itu gak cocok buat cewek jadi mereka paksa aku buat masuk SMA aja, terus lanjut kuliah dan kerja kantoran nantinya, aku harus gimana? Apa iya cewek gak baik kalau mendalami bidang otomotif dan baiknya kerja kantoran aja? Terimakasih. ( Nanda 15 tahun, Pontianak).

Jawaban :

" Wa alaikum salam, saat ini masalah minat dan bakat memang tidak terbatas oleh identitas seksual seseorang. Misalnya sebagian besar chef profesional malah laki-laki, jadi tidak ada salahnya bila perempuan mempunyai minat terhadap dunia otomotif.

Meskipun demikian, biasanya yang menjadi kekhawatiran orang tua adalah ketika seseorang masuk ke dalam dunia yang sedikit berbeda dengan tuntutan identitas seksualnya maka juga mempengaruhi peran gendernya. Contoh ketakutan tersebut adalah bila anak perempuan masuk pada bidang "laki-laki", maka berubah menjadi tomboy, bahkan melupakan kodrat keperempuanannya.

Oleh karena itu, penting sekali bagi anda untuk meyakinkan bahwa hal tersebut tidak terjadi pada anda. Bahwa anda tetap menjaga dan menghormati peran gender anda sebagai perempuan, artinya memahami apa yang telah menjadi kodrat anda sebagai perempuan.

Pelan-pelan dan secara santun sampaikan kepada orang tua, bahwa saat ini siapapun bisa sukses dalam suatu bidang kerja bila ia mempunyai minat dan bersungguh-sungguh.

Yakinkan mereka bahwa anda juga akan mampu bersaing dan mampu menjaga diri anda, meskipun nantinya akan menjalani pendidikann dan bekerja pada dunia yang didominasi laki-laki. Bahkan jadikan ini peluang besar untuk sukses, karena memang sedikit perempuan yang berminat pada bidang ini. Salam untuk keluarga. "

Penulis: Bella
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help