Pilgub Kalbar

Tokoh Kalbar: Politik Uang Merusak Moral dan Masyarakat

Suyanto Tandjung mengatakan bahwa money politic (Politik Uang) dapat merusak masyarakat Kalimantan Barat.

Tokoh Kalbar: Politik Uang Merusak Moral dan Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Cap tangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dan pimpinan partai beserta Forkopimda Kalbar untuk Deklarasi Tolak Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada 2018 Berkualitas di Hotel Orchardz, Jalan Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (15/2/2018) sore. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat, Ruhermansyah menegaskan Kalbar berada pada posisi ketujuh tingkat kerawanan politik uang atau money politics dan politisasi Suku, Agama Ras dan Antargolongan (SARA) seluruh Indonesia berdasarkan hasil pemetaan atau mapping yang dilakukan oleh Bawaslu RI. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tokoh Kalimantan Barat asal Sintang, Suyanto Tandjung mengatakan bahwa money politic (Politik Uang) dapat merusak masyarakat Kalimantan Barat.

Hal tersebut dikatakannya menanggapi isu Politik Uang yang marak terjadi jelang Pilkada.

"Money politic itu sifatnya merusak moral dan masyarakat Kalbar. Tidak dibenarkan untuk semua calon untuk menggunakan politik uang sebagai alat untuk mendapatkan suara masyarakat," jelas Suyanto Tandjung sesuai rilis tertulis yang diterima tribunpontianak.co.id, Kamis (31/5/2018).

Dirinya juga menjelaskan bahwa masyarakat harus gunakan hak pilihnya sesuai hati nuraninya.

Baca: Tokoh Sintang Ajak Tolak Politik Uang di Pilgub Kalbar

Menurutnya, masyarakat juga harus melawan dan bersatu untuk mencegah politik uang.

"Kita tolak yang namanya politik uang, dengan cara masyarakat juga harus bersatu dan melawannya. Gunakan hak pilih harus sesuai dengan hati nurani. Dan tentu saja tanpa paksaan," tegas Suyanto Tandjung.

Suyanto Tandjung yang merupakan Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Kalimantan Barat mengatakan bahwa politik uang dapat dicegah dengan cara menangkap pelaku politik uang tersebut.

"Kita dapat cegah hal tersebut dengan menolak tegas apabila diiming-imingi uang untuk memilih salah satu paslon. Dan kita juga diwajibkan untuk melaporkan hal tersebut. Dengan cara ini. Saya yakin money politik dapat dicegah," jelas Suyanto Tandjung.

Baca: KPU Kayong Utara Temukan 228 Surat Suara Rusak

Selain itu, selaku Ketua DPD Hanura Kalbar, Suyanto Tandjung menegaskan komitmen partai Hanura untuk mewujudkan Pilkada yang damai dan sehat. Dirinya menegaskan Partai Hanura juga siap mengawal Pilkada Kalbar 2018.

"Sebagai salah satu Partai Besar di Republik ini, Partai Hanura juga akan mengawal Pilkada Kalbar agar terwujudnya Pilkada yang damai dan sehat. Tidak ada kecurangan," kata dia.

Masyarakat juga diminta untuk memilih pemimpin berdasarkan kinerja dan bukti nyata keberhasilannya.

Dirinya mengatakan hanya Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut tiga, Sutarmidji dan Ria Norsan yang memiliki kapasitas tersebut.

"Masyarakat harus pilih Sutarmidji dan Ria Norsan. Karena hanya mereka lah paslon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut tiga, yang memiliki penghargaan yang mumpuni dan kinerjanya juga sudah terbukti," jelasnya.

Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved