Ramadan 1439 H

Hikmah Nuzulul Quran, Perintah Membaca dan Amalan Ilmu yang Membawa Rahmat

Pada 17 Ramadan senantiasa diperingati umat Islam dunia, khsusnya di Indonesia sebagai momentum turunya Al Quran.

Hikmah Nuzulul Quran, Perintah Membaca dan Amalan Ilmu yang Membawa Rahmat
TRIBUNFILE/IST
nuzulul quran 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pada 17 Ramadan senantiasa diperingati umat Islam dunia, khsusnya di Indonesia sebagai momentum turunya Al Quran.

Pada hakikatnya ada beberapa hikmah yang mesti dipetik dan menjadi kajian umat Islam saat memperingati Nuzulul Quran.

Ustaz Dr. Drs.H Abdul Azis Al.MPd. i menjelaskan dalam konteks budaya, masyarakat muslim Indonesia khususnya pada pertengahan Ramadan atau 17 Ramadan senantiasa menggelar kegiatan memperingati turunya Al Quran pada 1400 tahun lebih silam.

Baca: Polsek Mandor Anjangsana ke Pesantren Ulul Albab

"Hakikatnya pertama tentu kita ingin melihat kembali, sudah sejauh mana jarak Al Quran diturunkan, pada jaman Rasulullah, dengan kehadiran kita pada saat ini. Kemudian kita mesti mengevaluasi sejauh mana penyimpangan yang terjadi yang dilakukan umat Islam. Artinya yang dilakukan diular pola yang diberikan di dalam Al Quran," jelasnya kepada Tribun Kamis (31/5/2018)

Oleh karena itu momentum peringatan turunya Al Quran, di antaranya agar penyimpangan-penyimpangan atau perbuatan yang melanggara ajaran didalam Al Quran itu di hentikan.

"Mari kita kembali kepada apa yang diajarkan Al Quran.Misalnya dalam hal konsep belajar. Kita melihat saat ini banyak yang salah. Logikanya ilmu itu rahmat bagi semesta alam. Mestinya makin banyak berilmu, makin banyak rahmat. Tapi kenapa makin banyak orang berilmu, semakin banyak bencana. Bahkan justru bencana lahir dari orang yang berilmu. Misalnya curang menggunakan uang negara, itukan orang berilmu. Mengakibatkan kesengsaraan masyarakat luas," kata mantan Kepala Kemenag Pontianak ini.

Hal ini lanjutnya dikarenakan ilmu yang didapat, dan ilmu yang diamalkan tidak dibarengi dengan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Sebab sesuai perintah ayat pertama yang turunkan kepada nabi Muhammad SAW, dalam surah Al Alaq ayat 1. " bacalah dengan menyebut nama tuhan mu yang menciptakan,"

Membaca berarti memahami, atau belajar. Kemudian diperintahkan untuk senantiasa menyertakan Allah SWT didalamnya, sehingga ilmu tersebut menjadi rahmat bagi umat dan masyarakat.

Baca: Lama Tak Muncul dan Diisukan Meninggal, Mohammed bin Salman Terlihat Pimpin Rapat di Jeddah

Jika kembali mekihat sejarah sebelum turunya Al Quran di tanah Arab, sekitar 550 tahun sebelumnya, bangsa Arab diliputi, masa jahiliyah.

Maka sampailah pada masa turunya Al Quran diibulab Ramadan dan kemudian bernangsur-angsur membawa perubahan kemajauan di negeri Arab kala itu.

"Membaca menjadi saranan bagi kita untuk pemahaman dan pengatahuan meretas kegelapan atau kejahilan. Bagaimana bangsa Arab dari bangsa yang mudur menjadi bagsa yang maju kala itu," jelasnya

Jika ilmu yang didapat maupun diamalkan dan senantiasa menyertakan Allah SWT didalamnya, Insya Allah Ilmu akan menjadi rahmat.

Penulis: Zulkifli
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved