Bikin Geger! Ini Diduga Penyebab Warga Lubuk Dagang Sambas Nekad Gantung Diri

Ada pun barang bukti yang telah diamankan, yakni 3 tali tambang warna putih dengan ukuran panjang sekitar 5 meter serta satu kursi berbahan kayu.

Bikin Geger! Ini Diduga Penyebab Warga Lubuk Dagang Sambas Nekad Gantung Diri
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Warga RT 001/ RW 005, Dusun Lubuk Lagak, Desa Lubuk Dagang, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas gempar atas adanya penemuan seorang pria yang gantung diri di dapur rumahnya, Kamis (31/5/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kapolres Sambas, AKBP Cahyo Hadiprabowo melalui Kapolsek Sambas, Kompol Sunarno mengungkapkan, adik korban, Abdul Rasyid mengisahkan bahwa korban sebelum ditemukan tewas gantung diri, sempat mengeluhkan tengah menghadapi masalah.

"Sebelumnya korban ada mempunyai permasalahan, terkait penjualan lahan, sehingga terjadi perselisihan dan telah dilakukan mediasi namun tidak ada titik temu. Atas permasalahan tersebut, korban merasa terbebani," ungkap Kapolsek, Kamis (31/5/2018).

Ada pun barang bukti yang telah diamankan, yakni 3 tali tambang warna putih dengan ukuran panjang sekitar 5 meter serta satu kursi berbahan kayu.

Baca: Kronologi Pria Gantung Diri di Dapur Rumahnya, Polisi Temukan Fakta Mengejutkan

Baca: Warga Lubuk Dagang Sambas Gempar, Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri

Baca: Kapolres Sambas Berikan Binrohtal Bagi Personelnya, Untuk Tangkal Ideologi Terorisme

Baca: Warga Senang Bisa Belanja Bahan Pokok di Pasar Murah Pemkab Sambas

"Langkah-langkah yang sudah kami ambil, yakni mendatangi TKP, mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi, mengamankan barang bukti, membuat laporan dan visum et repertum, dan melakukan identifikasi bersama personel Identifikasi Polres Sambas," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolsek Sambas, Kompol Sunarno menguraikan kronologis ditemukannya Sayuti, pria berusia 59 tahun yang tewas gantung diri di dapur rumahnya.

"Berdasarkan keterangan anak korban, sekitar pukul 08.00 WIB, anak korban bersama ibunya pergi ke rumah saudaranya, yang tidak jauh kediamannya," ungkapnya, Kamis (31/5/2018).

Korban kemudian menyusul, namun tidak berselang lama, korban pulang ke kediamannya terlebih dahulu.

"Sekitar pukul 10.00 WIB, anak dan istri korban pulang ke rumah, dan melihat pintu rumahnya dalam keadaan terkunci. Anak korban kemudian masuk dari jendela samping, untuk membuka pintu. Kemudian ia dan ibunya menuju ke arah dapur rumah, dan melihat korban dalam kondisi tergantung di tali," jelasnya.

Melihat kondisi ayahnya tergantung, anak korban kemudian memberitahukan kepada warga sekitar.

Halaman
12
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help