Gara-gara Ini, Nia Ramadhani Dipermalukan Seorang Wanita Di Depan Umum di Singapura
Artis cantik Nia Ramadhani mengaku kesal saat menonton konser Bruno Mars bersama Jessica Iskandar di Singapura beberapa waktu lalu.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Artis cantik Nia Ramadhani mengaku kesal saat menonton konser Bruno Mars bersama Jessica Iskandar di Singapura beberapa waktu lalu.
Penyebab kekesalan itu karena tingkah seorang wanita Indonesia yang mendatanginya di konser tersebut.
Baca: Gantengnya Dokter Ervan, Benarkah Pacar Baru Ayu Ting Ting? Ini 5 Foto-fotonya
Awalnya, Nia Ramadhani diajak merekam momen untuk Insta Story.
Dia pun tidak keberatan.
Sontak Nia merasa kaget dan kesal atas perilaku wanita itu.
Baca: Aura Negatif di Rumah Bisa Sebabkan Kesialan Hidup, Siapkan 3 Bahan Ini Untuk Mendeteksi
Baca: Dituduh Mencuri Seorang Wanita Dihajar Seperti Binatang, Videonya Berhasil Direkam Netizen!
Baca: Siswa SD Hamili Siswi SMP, Usai Nikahkan Begini Kabar Mengejutkan Dari Mereka
Baca: Klasemen Liga 1 Indonesia 2018, Cuplikan Gol Persebaya vs Persipura, Tonton PSM vs MU Malam Ini!
Nia menjelaskan, gara-gara teriakan tersebut, ia jadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya.
"Kesal banget, orang-orang lagi (nonton) konser, orang-orang langsung nengok 'siapapa cewek paling cantik?'" ujar Nia menceritakan pengalamannya.
Secuil kisah saat menonton konser itu diceritakan Nia saat berbincang dengan Jessica Iskandar dalam program Ngopi Dara Trans TV.
Usut punya usut, ucapan wanita yang menyebut Nia wanita paling cantik itu bukan tanpa dasar.
Beberapa waktu lalu, Nia memang pernah sesumbar bahwa kecantikannya membuat dia tidak mungkin disakiti.
Hal itu diucapkan Nia saat merayakan ulang tahun sang suami, Ardi Bakrie.
Saat itu, pengisi acara bertanya soal siapa orang yang pernah disakitin.
Nia pun menjawab bahwa orang secantik dirinya tidak mungkin disakitin.
Video momen tersebut juga diunggah Nia di Instagram Storiesnya.
Dalam unggahan, Nia menjelaskan bahwa perilakunya itu tak layak dicontoh.
"Jangan dicontoh,
Pedenya kelewatan
Pedenya kelewatan (emot)