Keunikan Masjid Jami Sultan Sy Abdurrahman, Ada Tiang Kayu Belian Ukuran Raksasa Lho!

Berkunjung ke Kota Pontianak, tentu tidak lengkap rasanya jika tidak singgah ke Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman.

Keunikan Masjid Jami Sultan Sy Abdurrahman, Ada Tiang Kayu Belian Ukuran Raksasa Lho!
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ZULKIFLI
Sy Ibrahim satu di antara pengurus Masjid Jami saat mencoba memeluk satu di antara tiang Masjid Jami Sultan Syarif Andurrahman Kamis (24/5/2018) sore. Ia juga yang pernah cukup lama menjadi penjaga Masjid Jami sejak 1970. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berkunjung ke Kota Pontianak, tentu tidak lengkap rasanya jika tidak singgah ke Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman. Masjid bersejarah ini terletak di Kelurahan Kampung Dalam Bugis Pontianak Timur, hanya berjarak beberapa ratus meter dari Istana Kadriah.

Saat Tribun berkunjung ke lingkungan Masjid Jami Sultan Sy Abdurrahman yang dibangun pada 1771 Masehi ini tampak tengah ramai, oleh akfitas khas Ramadan. Masjid Jami tetap menjadi pusat ibadah bagi umat Muslim saat Ramadan maupun dihari biasanya.

Baca: Dewan Dukung Program Serapan Gabah Petani

Setiap pengunjung yang baru pertama kali masuk dan melihat interior Masjid akan takjub, melihat bangunan Masjid yang mayoritas berbahan kayu belian tersebut. Apa saja yang menarik dari interior Masjid Jami ini.
Pertama, bagi setiap pengunjung pertama kali masuk ke Masjid Jami matanya akan tertuju kepada enam tiang utama masjid.

Tiang tersebut merupakan kayu belian yang berikuran raksasa. Bahkan saking besarnya tak akan sampai tangan dipeluk oleh orang dewasa sekalipun.

Kayu-kayu balok ini menjulang tinggi menopang langit-langit Masjid setinggi sekitar 20 meter.

"Setahu saya dulunya hanya ada empat tiang. Setelah Sultan periode berikutnya ditambah dua tiang," Kata Syarif Ibrahim, satu di antara pengurus Masjid kepada Tribun.

Masjid Jami Sultan Sy Abdurrahman
Masjid Jami Sultan Sy Abdurrahman (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ZULKIFLI)

Syarif Ibrahim yang pernah lama menjadi penjaga masjid sejak 1970 an ini mengatakan, kondisi tiang masih kokoh.

Menurut Ibrahim kayu-kayu balok tersebut konon diambil dari hutan di daerah Ketapang.

Peninggalan sejarah lainya yang masih dapat dijumpai didalam Masjid Jami yakni mimbar khatib salat jumaat. Mimbar ini berwarna kuning dengan asitektur khas. Menurut Sy Ibrahim mimbar ini sudah mengalami beberapa perubahan, namun tidak mengubah bentuk asli dan bahan utamanya.

Baca: Rumah Tangga Angel Lelga Diterpa Kabar Buruk! Vicky Prasetyo Menangis Ungkap Hal Ini

Mimbar tersebut hingga kini tetap berfungsi sebagai tempat khatib berceramah.

Keunikan selanjutnya, Masjid ini memiliki 20 pintu yang masih terjaga keaslianya. Setiap pintu di bagian atasnya berbahan kaca tempo dulu. Meski beberapa di antaranya telah mengalami kerusakan dan diganti dengan model yang sama.

Pintu-pintu ini membuat Masjid senantiasa terasa dingin.

Di dalam Masjid juga terdapat beberapa barang bersejarah seperti guci tempat menyimpan air minum. Selebihnya merupkan perlengkapan baru diera modern.

Penulis: Zulkifli
Editor: listya sekar siwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help