Home »

Budaya

» Dayak

Ini Alasan Ketua Juri Ajukan Pertanyaan Bahasa Inggris Pada Finalis Bujang Dara Gawai 2018

Beberapa finalis Bujang Dara Gawai 2018 tampak agak kesulitan saat menjawab pertanyaan dari Ketua Juri Tadheus yus

Ini Alasan Ketua Juri Ajukan Pertanyaan Bahasa Inggris Pada Finalis Bujang Dara Gawai 2018
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Finalis dara yang masuk dalam babak 6 besar pada malam grand final pemilihan Bujang dan Dara Gawai Kalbar yang digelar dalam rangkaian Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-33 di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (23/5/2018). Pemilihan bujang dara Gawai PGD ke-33 ini diikuti 23 peserta bujang dan 34 peserta dara. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Beberapa finalis Bujang Dara Gawai 2018 tampak agak kesulitan saat menjawab pertanyaan dari Ketua Juri Tadheus yus pada malam grand final Bujang Dara Gawai 2018 di Rumah Radakng Pontianak pada Rabu (23 /05 /2018).

Pasalnya, setiap pertanyaan yang ia lontarkan selalu menggunakan bahasa Inggris.

Usai melakukan penjurian, kepada seluruh peserta dan masyarakat yang turut hadir menyaksikan acara tersebut Thadeus kemudian menyampaikan alasan mengapa ia menggunakan bahasa Inggris saat mengajukan pertanyaan kepada para finalis.

Baca: Kebiasan Konsumtif Berlebihan di Bulan Ramadan, Ini Imbauan Pemprov Bagi Rumah Tangga

" Kita hidup di era globalisasi, dimana saat ini dunia itu kecil, small world, tidak ada batas oleh sebab itu harus menguasai bahasa Inggris,  " katanya.

Hal itu juga menurut nya tidak terlepas dari peran yang akan dilakukan oleh Bujang Dara Gawai 2018 yang nantinya akan terpilih.

" Apalagi nanti para Bujang Dara Gawai ini akan jadi duta yang memperkenalkan budaya Dayak ke seluruh dunia, " katanya mantan Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar periode 2006-2010 itu.

Dalam kesempatan tersebut, tidak lupa Thadeus juga memberi semangat dan apresiasi kepada 57 finalis Bujang Dara Gawai 2018.

" Kalian luar biasa, meskipun hanya harus memilih satu diantara sekian peserta, tetapi kalian semua adalah bujang dan dara Dayak dalam kehidupan sehari-hari. Saya berharap juga kepada yang belum berhasil masih ada kesempatan di tahun berikutnya, sehingga jangan putus asa dan berkecil hati, " katanya.

Sekali lagi ia menegaskan "Anda semua adalah bujang dan dara Dayak dalam kehidupan sehari-hari, bukan cuma dalam setahun sekali," tutupnya. 

Penulis: Bella
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help