Pilgub Kalbar

Bina Fakir Miskin dan Anak Terlantar Jadi Komitmen Karolin-Gidot

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot

Bina Fakir Miskin dan Anak Terlantar Jadi Komitmen Karolin-Gidot
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot, berkomitmen untuk memperhatikan fakir miskin dan anak terlantar di Provinsi Kalbar.

"Kita akan mencoba membuat semacam regulasi yang mengatur itu, sehingga ini akan menjadi panduan semua bupati/wali kota yang ada di Kalimantan Barat," ujar calon Wakil Guebrnur Kalbar Suryadman Gidot di Bengkayang, Kamis (24/5/2018) sesuai rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id.

Sebagaimana diketahui, dalam UUD 1945 Pasal 34 ayat (1) menyatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Namun, kata Gidot, belum ada regulasi khusus yang mengatur tentang itu.

Baca: Pastikan Stok Pangan, Polsek Air Besar Monitoring Sembako di Pasar Serimbu

"Belum ada regulasi yang mengatur itu, turunannya. Dia ini masih hanya pada program pengentasan kemiskinan saja. Maka nantinya, bagaimana kita membina anak-anak dari keluarga miskin dan anak yatim seperti sekolahnya, itukan harus menjadi perhatian," lanjut Gidot.

Berkunjung ke beberapa daerah sebagai Cagub dalam kegiatan kampanye, Gidot mengungkapkan banyak masyarakat yang mengeluhkan khususnya kepada pemerintah kabupaten/kota agar kepala daerahnya serius memberikan perhatian untuk fakir miskin dan anak terlantar khususnya anak-anak yatim piatu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bentuk regulasi turunan dari undang-undang ini nantinya lebih kepada masalah pembinaan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota. Di antaranya yang menjadi sasaran, yakni panti asuhan ataupun yayasan pendidikan swasta seperti pesantren yang memiliki anak didik dari keluarga miskin.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help