Sempat Ditipu Agent Gelap, 5 PMI Asal Jawa Akhirnya Diberangkatkan P4TKI Sambas

Kepala Cabang PT Mafan Samudra Jaya Kantor Cabang Sambas, Darodji Sarbo mengatakan bahwa 5 orang diantara 20 CPMI

Sempat Ditipu Agent Gelap, 5 PMI Asal Jawa Akhirnya Diberangkatkan P4TKI Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Sebanyak 20 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), mengikuti PAP di ruang PAP LTSA P2TKI Sambas pada Selasa (22/05/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Cabang PT Mafan Samudra Jaya Kantor Cabang Sambas, Darodji Sarbo mengatakan bahwa 5 orang diantara 20 CPMI yang akan berangkat tersebut, merupakan pekerja asal pulau Jawa yang berhasil dicegah keberangkatannya oleh Polsek Semparuk, Sambas. Karena mereka berangkat melalui agent tidak resmi.

"Kami bantu fasilitasi mereka secara resmi supaya bisa berangkat ke Malaysia. Kami bersyukur adanya LTSA P2TKI Sambas, karena juga bisa berikan pelayanan kepada PMI yang dicegah karena non prosedural," ungkapnya, Rabu (23/5/2018).

Baca: Persib Ungguli PSM Makassar di Babak Pertama Liga 1

Sebelumnya kelima PMI tersebut mengaku telah ditipu oleh agent gelap tersebut, sampai merogoh kocek hingga sebesar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.

Dengan niat yang masih kuat untuk bekerja keluar negeri, akhirnya melalui P4TKI Sambas yang telah berkoordinasi dengan Polsek Semparuk, untuk menyerahkan kelima PMI tersebut pada PT Mafan Samudra Jaya, agar diberangkatkan secara resmi atau prosedural.

"Dalam kegiatan Pemberkalan Akhir Pemberangkatan (PAP), materi yang disampaikan ialah materi peraturan perundangan, Perjanjian Kerja, Bahaya Narkoba dan sebagainya," jelasnya.

Baca: 8 Cara Terburuk Melamar Wanita, Nomor 7 Sangat Konyol

Pekerja Migran Indonesia, wajib mengikuti kegiatan Pembekalan Akhir Pemberangkatan, dimana kegiatan ini para instruktur memberikan pengetahuan seputar peraturan perundangan, perjanjian kerja, budaya dan adat istiadat negara penempatan, mental kepribadian, bahaya narkoba dan penyakit menular.

"Dimana setiap materi, akan disampaikan dengan menggunakan metode e-learning video dan presentasi materi, agar kawan-kawan Pekerja Migran Indonesia," mudah mengerti terkait isi materi tersebut,"terangnya.

Selain materi yang disampaikan, dalam PAP kali ini juga dibagikan buku tuntunan sholat lengkap, doa dan dzikir kepada peserta PAP, sebagai bekal rohani agar selain dituntut untuk bekerja, CPMI juga tidak boleh melupakan ibadah kepada Allah SWT dibulan yang penuh rahmat dan hidayah ini.

"Di akhir materi PAP tidak lupa instruktur PAP mengucapkan permohonan maaf setulusnya, Marhaban ya Ramadhan Selamat menunaikan ibadah puasa 1438 H, semoga kita dipertemukan kembali dibulan suci Ramadan ditahun yang akan datang," sambungnya.

Baca: Instagram Bisa Datangkan Penyakit Ini, Kenali Gejala-gejalanya

Sebelumnya diberitakan, bulan suci Ramadan tidak menjadi penghalang bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk melangkahkan kaki, berangkat menuju Malaysia, demi mengumpulkan pundi-pundi uang.

Walaupun sedang menjalankan ibadah puasa, PMI tetap antusias mengikuti dan menyimak materi Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP), yang disampaikan oleh Dani Aribowo, Pengelola Penempatan P4TKI Sambas.

Sebanyak 20 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), mengikuti PAP di ruang PAP LTSA P2TKI Sambas pada Selasa (22/05).

"Mereka berangkat melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT Mafan Samudra Jaya, yang akan di tempatkan pada perusahaan plywood Shin Yang Plywood Sdn Bhd di Bintulu, Malaysia," ungkap Dani, Rabu (23/5/2018).

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: listya sekar siwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help