Herman Minta Budaya Anyam Manik Harus Dikembangkan, Untuk Potensi Ekonomi Kreatif Masyarakat

"Dikembangkan tidak sekedar jadi gelang tapi juga jadi aksesoris lain yang lebih beragam, seperti topi, baju dan lainnya," katanya.

Herman Minta Budaya Anyam Manik Harus Dikembangkan, Untuk Potensi Ekonomi Kreatif Masyarakat
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/BELLA
Peserta lomba menganyam manik di Pekan Gawai Dayak ke-33 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat hadir dalam acara Pengembang Seni dan Budaya Daerah di Rumah Radakng Pontianak pada Selasa 22 Mei, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Herman menyarankan agar budaya menganyam manik di Kalimantan Barat dapat dijadikan potensi ekonomi kreatif bagi masyarakat.

"Dikembangkan tidak sekedar jadi gelang tapi juga jadi aksesoris lain yang lebih beragam, seperti topi, baju dan lainnya, " katanya.

Karena menurut Herman, apabila dijadikan pakaian maka manfaatnya akan jadi lebih besar.

" Manfaatnya besar apabila jadi pakaian, karena nilai jualnya lebih tinggi, misalnya dipakai oleh para pelaku seni," terangnya.

Baca: Keseruan Festival Film SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Dalam Bungkai Kamera

Pengembang budaya anyaman manik ini juga jika dikembangkan dengan serius, Herman yakin akan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat, tidak hanya bagi pengrajin tapi juga bagi para desainer dan pedagang.

Herman juga berpendapat bahwa, pengembangan budaya menganyam manik ini membutuhkan campur tangan pemerintah terkait.

"Untuk para pengrajin manik di Kalimantan Barat ini, pemerintah bisa hadir dengan cara memberikan pembinaan supaya mereka tidak hanya menjadi pelaku budaya tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari hasil kerajinan yang dibuat. Bantu para pengrajin untuk dapat mendesain anyaman manik ini hingga sedemikian rupa dan punya nilai jual yang tinggi, " katanya.

Selain itu, Herman menambahkan bahwa pemerintah juga dapat membantu ketersediaan bahan baku agar bisa terjangkau oleh para pengrajin melalui pembentukan koperas.

Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Herman, satu diantara lima peserta Lomba Menganyam Manik di Pekan Gawai Dayak ke-33 Medlyn Claudya Sukapatari (19), menyampaikan bahwa di Kapuas Hulu harga bahan baku cukup tinggi, mencapai tiga kali lipat.

" Kalau saya beli bahan manik di daerah saya di Kapuas Hulu sana, harganya bisa tiga kali lipat dari harga di Pontianak. Jadi mau tidak mau, barang nya juga saya jual lebih mahal. Tapi sebenarnya berharap pemerintah bisa bantu, supaya pengrajin di daerah-daerah bisa dapat bahan baku murah supaya jualnya juga murah, orang jadi banyak yang beli, " harapnya.

Penulis: Bella
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help