Peserta Lomba Melukis Perisai Akui Sulitnya Mengaplikasikan Motif Tenun Sintang ke Media Perisai

" Cukup sulit ketika harus mengikuti konsep yang telah ditentukan oleh panitia, karena saya belum terbiasa dengan motif Sintang, " terangnya.

Peserta Lomba Melukis Perisai Akui Sulitnya Mengaplikasikan Motif Tenun Sintang ke Media Perisai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ BELLA
Ladi, satu diantara 27 peserta yang mengikuti lomba melukis perisai di Pekan Gawai Dayak ke-33 mengaku ada perbedaan yang cukup besar antara motif Ketapang dengan motif Sintang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ladi, satu diantara 27 peserta yang mengikuti lomba melukis perisai di Pekan Gawai Dayak ke-33 pada Senin (21/05) , mengaku ada perbedaan yang cukup besar antara motif Ketapang dengan motif Sintang.

" Kalau motif Sintang mirip Kapuas Hulu, sedangkan motif Ketapang mirip sama Jepara, " kata pria yang mewakili dinas Kebudayaan Kabupaten Ketapang itu.

Baca: Lomba Melukis Perisai Dalam Pekan Gawai Dayak ke-33 Angkat Tema Tenun Ikat Sintang

Ladi bercerita, bahwa di Ketapang tidak ada motif khusus untuk perisai namun ada perbedaan yang mencolok antara motif benda yang diperuntukkan bagi orang yang masih hidup dengan orang yang telah meninggal.

" Kalau dari Ketapang motif perisai tidak ada yang khas, hanya saja untuk aksesoris dan kerajinan dibagi dua jenis motif, khusus untuk yang masih hidup dan untuk yang sudah meninggal, " kata pria yang menekuni seni kria itu.

Baca: Bupati Rupinus Apresiasi Pekan Gawai Dayak XXXIII Provinsi Kalbar

Ladi juga mengaku, ia cukup kesulitan ketika menggambar motif Sintang, hal itu dikarenakan ia belum terbiasa dan juga karena sudah ditentukan oleh panitia.

" Cukup sulit ketika harus mengikuti konsep yang telah ditentukan oleh panitia, karena saya belum terbiasa dengan motif Sintang, " terangnya.

Selaras dengan Ladi, Yopie Reynaldio yang mewakili Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang mengaku bahwa iya merasa cukup sulit ketika mengikuti motif khas Sintang.

" Motif Dayak Sintang untuk tenun perlu detil yang tinggi, biasanya kalau motif Dayak umum, liukannya ada yang besar tapi karena ini biasanya dipakai untuk motif tenun liukannya kecil jadi agak sulit, " tuturnya.

Menurut Yopie yang khas dari motif tenun Siantan adalah temanya yang menggambar tentang kehidupan masyarakat misalnya antara peran laki-laki dan perempuan.

Oleh karena itu lukisan perisai kali ini Yopie mengambil konsep mengenai kesetaraan hidup antara peria dan wanita dalam kehidupan sehari-hari.

" Lukisan perisai saya ini nantinya mengambarkan kehidupan yang setara antar laki-laki dan perempuan. Karena selama ini orang nganggap wanita lebih rendah dari laki-laki. Laki-laki dianggap lebih bijak, dewasa walaupun memang di Keluarga laki-laki sebagai kepala keluarga, tapi diluar tidak. Karena saat ini sudah banyak pemimpin daerah juga perempuan, karena mereka juga punya kesempatan yang sama, " katanya.

Penulis: Bella
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help