Breaking News

Ramadan 1439 H

Puasa Ramadan dan Kesalehan Sosial Umat 

Menurutnya bulan ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan bulan yang merupakan kehadirannya paling ditunggu-tunggu

Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
M Holil Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Ekonomi Syari'ah IAIN Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID.PONTIANAK,- Kehadiran bulan suci Ramadan di sambut dengan suka cita oleh umat muslim seluruh dunia dan tidak terkecuali di kota Pontianak, Muhammad Holil salah satu mahasiswa Pascasarjana jurusan Ekonomi Syari'ah IAIN Pontianak mengatakan sudah seharusnya Puasa Ramadan mampu melahirkan sifat shaleh dan sosial dalam diri setiap insan, Jum'at (18/05/2018).

Baca: Jangan Jadikan Bulan Ramadan Alasan Untuk Tidak Bekerja Maksimal

Menurutnya bulan ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan bulan yang merupakan kehadirannya paling ditunggu-tunggu oleh ummat muslim di seluruh penjuru dunia.

Sebagaimana yang diperintahkan didalam Al-Qur'an, yang menyiratkan perintah puasa. Sebagaimana firman Allah “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa,” (Al-Baqarah: 183).

Baca: Rangkaian Colourful Ramadan Hotel Maestro Pontianak, Ada Bagi-bagi Takjil

Dalam ayat diatas Allah memerintahkan kepada seluruh ummat manusia, utamanya Muhammad untuk melakukan ibadah puasa sebagai kewajiban. Puasa sendiri secara bahasa berasal dari bahasa arab, shaama-yashuumu-shiyaaman, Yang artinya menahan diri dari melakukan sesuatu. 

Secara terminologis berarti menahan dari makan, minum, dan jima’ serta dibarengi dengan niat sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari.

Oleh karena itu,  puasa dalam arti yang mendalam ialah tidak hanya sekadar menahan diri dari lapar, dahaga, dan senggama saja.

Namun juga membuang segala akhlaq dan sifat kontraproduktif yang dapat menghilangkan pahala puasa itu sendiri. 

Dengan demikian ibadah puasa yang dilaksanakan semestinya dapat melahirkan keshalehan sosial yang mampu memberi dampak kebaikan dalam berkehidupan, dan tidak hanya sekadar keshalehan individu bagi ia yang melaksanakannya semata.

La juta Holil, Kesalehan individu identik dengan hubungan seseorang secara pribadi kepada Allah swt (Tuhan), Ibadah yang dilakukannya semata hanya untuk dirinya sendiri, ibadah yang dilaksanakan manfaatnya tidak dirasakan secara  langsung oleh banyak orang.

Dan sejatinya puasa adalah ibadah yang dapat memancarkan hikmah bukan saja bagi pembinaan keshalehan individual, melainkan bagi peningkatan keshalehan sosial. Ibadah puasa memiliki dimensi pembinaan yang komperhensif, baik bagi pembentukan kualitas hidup individual maupun bagi upaya penciptaan iklim sosial.

Ibadah puasa adalah ibadah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita yang tercermin dalam dua hal yaitu keshalehan individual dan kesalehan sosial.

Keshalehan individual dapat tercermin dari prilaku keseharian kita yang sabar, jujur, amanah, rendah hati, sederhana, ramah dan hal baik lainnya. 

Sedangkan keshalehan sosial dapat tercermin dari sikap dermawan kita, tanggung jawab social, simpati, dan atensi kita terhadap orang lain terlebih kepada orang-orang yang mengalami kesulitan dalam hidupnya. 

Oleh karenanya ibadah puasa yang dilakukan mestinya dilakukan dengan kesadaran dan keyakinan dengan tujuan meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved