Selalu Jadi Perhatian, Anggota DPRD Kota Pontianak Minta PLN Tak Matikan Listrik Saat Ramadan

Masalah ketersediaan daya menjadi persoalan pemadaman listrik saat Ramadan setiap tahunnya, namun diharapkan tidak di tahun ini.

Selalu Jadi Perhatian, Anggota DPRD Kota Pontianak Minta PLN Tak Matikan Listrik Saat Ramadan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Seorang warga memasak dengan bantuan penerangan dari senter maupun lilin di warun miliknya di Komplek Srikandi, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (26/3/2018) malam. Dalam beberapa hari terakhir PLN kerap mematikan listrik di sejumlah wilayah di Kota Pontianak maupun Kubu Raya dalam rentang waktu yang cukup lama. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bulan Ramadan telah bagi dimana saatnya para umat islam melaksanakan ibadah puasa, namun ada hal yang setiap tahunnya selalu menjadi perhatian masyrakat yaitu terkait ketersedian listrik yang standby, karena hampir setiap tahunnya saat bulan puasa selalu terjadi byarpet atau mati lampu.

Masalah ketersediaan daya menjadi persoalan pemadaman listrik saat Ramadan setiap tahunnya, namun diharapkan tidak di tahun ini.

Anggota DPRD Kota Pontianak, H Suarmadjat meminta pihak PLN memperhatikan keluhan warga yang hampir setiap tahun sama saja, ia berharap pemadaman listrik tidak terjadi tahun ini jika hanya alasan daya tak mampu.

Baca: Minum Rendaman Kurma Campur Susu Saat Sahur Bikin Anda Tak Lapar Seharian, Yuk Coba!

Pasalnya surplus daya yang dimiliki PLN dianggapnya sudah mampu menampung seluruh kebutuhan dasar masyarakat, sehingga tidak alasan lagi terjadinya pemadaman.

“Tahun ini saat ramadan kita harapkan PLN sudah mengantisipasi terkait kebutuhan listrik oleh warga, katanya kan surplus daya, mustahil kalau listiknya masih sering mati seperti tahun-tahun sebelumnya,” ucap Suarmadjat, Kamis (17/5/2018)

Pemadaman dilihatnya sah-sah saja jika alasan perbaikan dan memang ada yang dikerjakan, namun tak elok jika pemadaman hanya karena alasan daya tak mampu.

Madjat menilai peran PLN agar tidak mematikan listrik sangat diharapkan masyarakat secara luas terlebih demi membuat masyarakat yang hendak menjalankan ibadah selama ramadan menjadi tidak terganggu.

“Jangan sampai masyarakat beranggapan tanda-tanda ramadhan itu salah satunya PLN sering matikan lampu. Itu kan sindiran yang tidak mengenakkan,” cetusnya.

Di sisi lain, ia mengajak masyarakat turut serta pintar menggunakan listrik saat ramadan. Selain itu pula, ia mengajak selama ramadan ini agar tetap memeriksa kelistrikan di kediaman masing-masing.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help