Asmara Kecewa Ada Oknum Mengatasnamakan Nelayan Desa Sungai Kelik

Warga Dusun Tanjung Perak, Desa Sungai Kelik, Asmara mengaku kesal terhadap ulah oknum yang memalsukan tandatangan warga itu.

Asmara Kecewa Ada Oknum Mengatasnamakan Nelayan Desa Sungai Kelik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SUBANDI
Puluhan warga Desa Sungai Kelik saat menemui wartawan di Ketapang, Kamis (17/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Puluhan warga Desa Sungai Kelik Kecamatan Nanga Tayap mendatangi Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Ketapang. Lantaran di antara mereka ada merasa tandatangannya dipalsukan oknum tertentu.

Pemalsuan tandatangan itu dalam surat dukungan untuk oknum itu untuk menuntut pihak perusahaan di tempatnya. Perusahaan dituding mencemarkan limbah oleh oknum itu yang seolah dibenarkan dan didukung oleh masyarakat untuk digugat.

Baca: Puluhan Warga Desa Sungai Kelik Datangi Mapolres Ketapang, Ada Apa Ya?

Warga Dusun Tanjung Perak, Desa Sungai Kelik, Asmara mengaku kesal terhadap ulah oknum yang memalsukan tandatangan warga itu.

Terlebih tujuannya untuk menggugat perusahaan dengan tudingan yang dianggapnya tak benar.

Baca: Remaja Masjid Mujahidin Gelar Kajian Jelang Berbuka, Catat Waktunya

Ia mengungkapkan dalam tudingan itu oknum tersebut menuding perusahaan mencemari lingkungan termasuk sungai. Sehingga memutus mata pencarian para nelayan setempat karena banyak ikan yang mati dan lain sebagainya.

“Oknum itu mengatakan mata pencarian nelayan di tempat kita terganggu akibat lingkungan tercemar limbah perusahaan. Saya pribadi sama sekali tidak merasa ada persoalan. Belum pernah melihat ada ikan di sungai tempat kita mati,” tegasnya.

“Sejak 2004 sampai sekarang tangkapan masih normal juga. Dalam gugatan oknum itu mengatakan mayoritas warga Desa Sungai Kelik nelayan. Pada hal seperti di Dusun Tanjung Perak yang jadi nelayan hanya saya dan satu warga lain lagi,” lanjutnya.

Sebab itu ia menegaskan oknum yang mengatasnamakan neyalan dan menggugat perusahaan tersebut tidak benar. “Jadi kita tidak ada masalah sama perusahaan. Kita tak ingin gara-gara ulah oknum itu kita jadi terkait hukum atau persoalan sama perusahaan,” ujarnya. 

Penulis: Subandi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help