Terhenyak! Abu Bakar Baasyir Menyebutkan Aksi Terorisme di Surabaya dan Sidoarjo Justru Merugikan

Islam juga tidak dalam kondisi terdesak, sehingga perbuatan yang membunuh diri sendiri dan orang lain, bukanlah

Terhenyak! Abu Bakar Baasyir Menyebutkan Aksi Terorisme di Surabaya dan Sidoarjo Justru Merugikan
AP Photo/Achmad Ibrahim
Radical cleric Abu Bakar Bashir reacts on the defendant's chair during his trial at a district court in Jakarta, Indonesia, Thursday, June 16, 2011.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Aksi bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo menyita perhatian publik tanah air. Tak ketinggalan narapidana teroris, Abu Bakar Ba'asyir turut angkat bicara.

Ya, Mantan Pimpinan Jaringan Anshorut Tauhid itu menilai serangan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo adalah hal yang tidak benar. 

"Opo kuwi? Ora bener. (Apa-apaan itu? Enggak bener)," kata Ba'asyir seperti yang disampaikan oleh putra kandung Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim Ba'asyir kepada Tribunnews di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Meski tidak mengerti banyak, mengenai detail penyerangan, menurut Abdul, Ba'asyir mengecam keras tindakan yang justru akan merugikan Islam tersebut.

Mantan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia juga mengatakan bahwa negara saat ini tidak dalam kondisi berperang dengan penjajah.

Islam juga tidak dalam kondisi terdesak, sehingga perbuatan yang membunuh diri sendiri dan orang lain, bukanlah hal yang benar. 

Baca: Ini Identitas Empat Terduga Teroris Penyerang Mapolda Riau

"Beliau sama sekali tidak membenarkan penyerangan ini," tukasnya.

Dirinya dan keluarga meyakini mereka yang melakukan aksi pengeboman mendapat perintah dari oknum intelejen dalam negeri dan asing.

Pasalnya, serangan tersebut berlangsung secara sporadis dan tidak jelas tujuannya.

"Ini sangat sporadis. Tidak jelas apa maunya. Kami beranggapan, ini kerjaan oknum intelejen dan intelejen asing," jelas Abdul Rochim.

Halaman
1234
Editor: Rihard Nelson
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help