Sidang ke-4 Tipikor Meubelair Rusunawa STAIN Pontianak Tahun 2012 Akan Digelar Pekan Depan

Pasalnya, ada saksi-saksi yang memberika keterangan berbeda dari apa yang disampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Sidang ke-4 Tipikor Meubelair Rusunawa STAIN Pontianak Tahun 2012 Akan Digelar Pekan Depan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIZKY PRABOWO RAHINO
Suasana sidang ketiga di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (16/5/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Sidang lanjutan tindak pidana korupsi (tipikor) meubelair rumah susun mahasiswa (rusunawa) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak Tahun Anggaran 2012 akan dilanjutkan, Rabu (23/5/2018).

Sebelum mengakhiri sidang ketiga, Majelis Hakim Ketua Tipikor Haryanta mengatakan sidang keempat akan digelar dengan agenda sama yakni pemeriksaan saksi-saksi yang dihadirkan oleh JPU.

“Sidang keempat akan digelar Rabu (23/5/2018) mendatang, silahkan semua mengambil kesimpulan masing-masing terkait sidang ketiga yang hari ini sudah digelar,” ungkapnya sebelum tutup sidang ketiga di di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (16/5/2018) siang.

(Baca: Gempar! Warga Delta Pawan Dikagetkan Temuan Mayat Dalam Posisi Tergantung di Rumah Kosong )

Sementara itu, sidang ketiga berjalan lancar. Empat saksi dihadirkan saat sidang ketiga yakni Nopriansyah (Anggota Pokja Unit Layanan Pengadaan atau ULP), Dimyati (Kasubbag Keuangan), Hamdani (Direktur CV Dhariksa Aprobaja) dan Richard.

Dua saksi diantaranya yakni Hamdani dan Richard bahkan sudah menjadi terpidana dalam kasus dugaan tipikor yang sama dan sudah jatuh vonis beberapa waktu lalu.

Pantauan Tribun Pontianak saat jalannya sidang, upaya JPU dalam menggali fakta persidangan begitu alot. Pasalnya, ada saksi-saksi yang memberika keterangan berbeda dari apa yang disampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

(Baca: Pawai Taaruf Meriahkan Penyambutan Ramadan di Sekadau Hulu )

Satu diantaranya adalah saksi bernama Richard yang mengaku telah membuat berita acara. Ini berbeda dengan yang disampaikan saat di BAP kepolisian. “Saya sudah buat berita acara,” ungkapnya.

Dalam keterangannya, Richard juga mengakui barang-barang meubelair yang datang bukan merk Trimex. Ia mengakui barang itu tidak sesuai kontrak.

(Baca: Kawanan Pencuri Perkosa Pemilik Rumah Secara Bergiliran, Pengakuan Tiga Tersangka Bikin Geram )

“Iya barang yang datang tidak sesuai kontrak. Waktu itu alasan Pak Zakaria (Direktur PT Triputra Purintraco) karena ada kerjasama pemasaran dengan toko meubel lokal. Makanya berbeda merk barang yang didatangkan,” terangnya.

Richard juga mengaku dirinya mengenal Zakaria melalui rekannya bernama Syaiful. “Saya dikenalkan ke Pak Zakaria oleh Pak Syaiful,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help