Semalaman Hujan, Kawasan Kota Terendam, Ini Harapan Warga Pada Pemkot Pontianak

Rata-rata gang di jalan ini terendam, termasuk rumah-rumah lama yang mendiami lokasi ini. Padahal parit-parit baru saja dinormalisasi.

Semalaman Hujan, Kawasan Kota Terendam, Ini Harapan Warga Pada Pemkot Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Pengendara melintas di Jalan Purnama I Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (16/5/2018) siang. Diguyur hujan pada Selasa malam, sejumlah Gang dan komplek di Jalan Purnama I Pontianak terendam banjir. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Laporan Wartawan Tribun, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Normalisasi parit yang tengah gencar dilakukan Pemkot Pontianak tidak menjamin rumah warga akan bebas dari genangan. Hujan semalaman saja, beberapa wilayah di Kota Pontianak masih saja terendam.

Sejak Selasa (15/05/2018) hingga Rabu (16/05/2018) pagi, Pontianak memang diguyur hujan dengan intensitas sedang. Beberapa wilayah kemudian terendam, seperti di Jalan Putri Dara Hitam, Pontianak Kota.

Rata-rata gang di jalan ini terendam, termasuk rumah-rumah lama yang mendiami lokasi ini. Padahal parit-parit lingkungan jalan tersebut baru saja digali atau dinormalisasi.

"Memang normalisasi itu salah satu, tapi tidak menjamin (bebas banjir). Lihat saja, baru semalaman hujan, air sudah masuk rumah. Memang di kawasan ini kurang ada resapan airnya, sudah banyak bangun ruko," kata Yana warga Gg Tani Jl Putri Dara Hitam.

Meski Rabu sore ketinggian air berkurang namun ia masih khawatir air kembali meninggi bila pasang dan hujan lagi.

"Mudah-mudahanlah pemkot ada solusi untuk menanggulangi masalah ini. Dulu hanya setahun sekali, kini bisa sewaktu- waktu. Bisa 6-7 kali kebanjiran dalam setahun," imbuhnya.

Kawasan Jl Putri Dara Hitam Gg Tani 3 yang terendam.
Kawasan Jl Putri Dara Hitam Gg Tani 3 yang terendam. (tribun pontianak)

Baca: Terkait Aksi Serangan Teror Di Surabaya, Kominfo Blokir 1.285 Akun Media Sosial

Kawasan terendam lainnya adalah Jl Wonobaru Kelurahan Parit Tokaya Kecematan Pontianak Selatan. Endang (61) warga di sana juga mengeluhkan hal yang sama. Halaman rumahnya dan beberapa rumah tetanggga juga terendam air kurang lebih setinggi 55 centimeter.

"Kalau dulu-dulu ndak gini, sejak parit semakin kecil lalu dangkal kemudian sering acap. Lebih parah beberapa waktu lalu, saat Imlek. Air masuk ke dalam rumah sampai ke mata kaki," keluh Endang yang tinggal di Wonobaru sejak 1991.

Ia mengakui daerahnya adalah salah satu kawasan dataran rendah maka dirinya harus selalu siap menerima kiriman air dari beberapa titik tinggi seperti Jl Kesehatan dan jalan poros seperti Jl Prof M Yamin.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help