Rumah Tergenang Air, Warga Jalan Wonobaru Keluhkan Penyempitan Parit

Dan lebih parah beberapa tahun ini, kemarin pas Imlek sampai didalam rumah semata kaki

Rumah Tergenang Air, Warga Jalan Wonobaru Keluhkan Penyempitan Parit
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAWAN GUNAWAN
Satu di antara Gg di Jl Wonobaru Yang Genangan Airnya Masih Dalam, Rabu (16/05/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO ID.PONTIANAK - Memasuki Musim hujan beberapa daerah di Kota Pontianak sangat rawan tergenang banjir, salah satunya adalah daerah Jalan Wonobaru Kelurahan Parit Tokaya Kecematan Pontianak Selatan, Rabu (16/5/2018).

Endang (61) salah satu warga Jl Wonobaru menuturkan, setelah hujan lebat yang melanda kota Pontianak dan sekitarnya kurang lebih satu malam. Halaman rumahnya dan beberapa rumah di sekitarnya lansung di rendam air.

(Baca: Resmikan Bank Kalbar Capem Merakai, Bupati Jarot Diharapkan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat )

"Kalau dulu-dulu Ndak gini, semenjak parit semakin kecil semakin kecil ya. Mulai parit dangkal, dan mengecil semenjak itulah sering acap. Dan lebih parah beberapa tahun ini, kemarin pas Imlek sampai didalam rumah semata kaki," ujarnya.

Menurutnya, memang betul daerahnya adalah salah satu kawasan dataran rendah. Namun sejak tahun 1991 tinggal di Wonobaru baru beberapa tahun terakhir ini iya merasakan rumah sering direndam banjir.

Sebelumnya ketika parit purnama masih besar dan masih bisa di gunakan untuk orang beraktivitas daerahnya nyaris tidak tersentuh banjir. Berbeda dengan sekarang, ketika hujan baru mengguyur satu malam halaman rumah sudah berubah menjadi genangan air.

(Baca: Kawanan Pencuri Perkosa Pemilik Rumah Secara Bergiliran, Pengakuan Tiga Tersangka Bikin Geram )

Namun demikian, endang juga masih memperhatikan mungkin bukan hanya sekedar parit yang kecil tapi ada juga faktor lain seperti air pasang yang masuk ke parit purnama

"Umpanya Tadi malam kan hujan dari jam sembilan, kalau lebat sekali sampai satu malam tetap banjir. Tapi juga ikut air pasang lama surutnya, kalau Ndak cepat habis," ujarnya kepada Tribun.

Endang menambahkan, karena daerahnya adalah salah satu dataran rendah maka dirinya harus selalu siap menerima kiriman air dari beberapa titik yang tinggi seperti Jl Kesehatan dan Jalan Poros seperti Jl Prof M Yamin.

"Memang gitu, kadang-kadang kalau di kesehatan udah surut turunnya kesini kan ke purnama. Pernah paling tinggi bisa sampai 25-35 CM," sambung Endang.

Halaman
12
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help