Puluhan Tahun Jejak Terorisme di Indonesia, Kalbar Ternyata Masuk dalam Catatan, Peristiwa Apa

Paling menghebohkan dan mendapatkan atensi dunia internasional yakni Bom Bali, 12 Oktober 2002. Tiga ledakan mengguncang Bali

Puluhan Tahun Jejak Terorisme di Indonesia, Kalbar Ternyata Masuk dalam Catatan, Peristiwa Apa
IST
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Aksi terorisme sudah puluhan tahun lalu terjadi di Indonesia.

Aksi teroris terjadi pada tahun 1981, dimana Garuda Indonesia dengan Penerbangan 206, 28 Maret 1981, dibajak.

Sebuah penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Palembang ke Medan pada Penerbangan dengan pesawat DC-9 Woyla berangkat dari Jakarta pada pukul 8 pagi, transit di Palembang, dan akan terbang ke Medan dengan perkiraan sampai pada pukul 10.55.

Dalam penerbangan, pesawat tersebut dibajak oleh 5 orang teroris yang menyamar sebagai penumpang. Mereka bersenjata senapan mesin dan granat, dan mengaku sebagai anggota Komando Jihad; 1 kru pesawat tewas; 1 tentara komando tewas; 3 teroris tewas. 

Baca: Terhenyak! Abu Bakar Baasyir Menyebutkan Aksi Terorisme di Surabaya dan Sidoarjo Justru Merugikan

Lanjut 1985, Bom Candi Borobudur pada 21 Januari terjadi aksi terorisme bermotif "jihad" kedua yang menimpa Indonesia, seperti dikutip dari Wikipedia.

Masuk ke tahun 2000, Kedubes Filipina menjadi sasaran bom. Bom meledak dari sebuah mobil yang diparkir di depan rumah Duta Besar Filipina, Menteng, Jakarta Pusat.

2 orang tewas dan 21 orang lainnya luka-luka, termasuk Duta Besar Filipina Leonides T Caday. Lalu Bom Kedubes Malaysia, 27 Agustus 2000. Granat meledak di kompleks Kedutaan Besar Malaysia di Kuningan, Jakarta. Tidak ada korban jiwa.

Bom Bursa Efek Jakarta, 13 September 2000. Ledakan mengguncang lantai parkir P2 Gedung Bursa Efek Jakarta. 10 orang tewas, 90 orang lainnya luka-luka. 104 mobil rusak berat, 57 rusak ringan.

Baca: Akun Twitter Jokowi Sempat Posting Hal yang Tak Normal, Netizen Dibuat Terkaget-kaget

Bom malam Natal, 24 Desember 2000. Serangkaian ledakan bom pada malam Natal di beberapa kota di Indonesia, merenggut nyawa 16 jiwa dan melukai 96 lainnya serta mengakibatkan 37 mobil rusak.

Setahun kemudian, 2001, Bom Gereja Santa Anna dan HKBP terjadi pada 22 Juli 2001. di Kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, 5 orang tewas.

Halaman
1234
Penulis: Rihard Nelson
Editor: Rihard Nelson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help