Pemkab Sintang Dukung Langkah Peningkatan Pembangunan Kawasan Perbatasan dari Pusat

Penjabaran Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta meningkatkan pertumbuhan kawasan perbatasan

Pemkab Sintang Dukung Langkah Peningkatan Pembangunan Kawasan Perbatasan dari Pusat
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Kementrian PUPR- RI melaksanakan Rapat Koordinasi Konsultan Perencanaan Kawasan Permukiman Perbatasan Lokasi Prioritas II Ketungau Hulu di Hotel My Home Sintang, Selasa (15/5/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman Kementrian PUPR- RI melaksanakan Rapat Koordinasi Konsultan Perencanaan Kawasan Permukiman Perbatasan Lokasi Prioritas II Ketungau Hulu di Hotel My Home Sintang, Selasa (15/5/2018) kemarin.

Kegiatan ini sebagai penjabaran Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta meningkatkan pertumbuhan kawasan perbatasan dan sekitarnya.

Bupati Sintang Jarot Winarno secara langsung membuka kegiatan tersebut. Ia mengatakan
Pemkab Sintang sangat mendukung dengan Program Nasional Pemerintah Pusat dalam meningkatkan pembangunan di kawasan perbatasan tersebut.

Baca: Bupati Ajak Umat Tionghoa Rukun Dengan Umat Beragama Lainnya

Menurutnya beberapa kawasan sudah diatur, produk hukum juga sudah dimiliki, dan juga sudah memiliki RTRW di beberapa tempat, serta sudah membuat ritel tata ruangnya untuk Kabupaten Sintang dan sekitarnya.

"Kita sudah mulai membuat perencanaan strategis lingkungan hidup dan kehutanan Serawai Ambalau yang sudah hampir selesai, tetapi untuk kawasan perbatasan hanya memiliki RTRW saja dan sudah terakomodir Pusat Kawasan Strategis Nasional," katanya.

Jarot menjelaskan yang menjadi masalah saat ini adalah beberapa waktu lalu di salah satu Media harian disebutkan bahwa PLBN Sunagi Kelik, Kabupaten Sintang termasuk 1 dari 8 PLBN baru yang mulai akan dibangun sejak Tahun 2018.

"Sumber beritanya dari kementrian PUPR, jadi kita di daerah perbatasan ini belum punya apa-apa. Pembangunan berjalan terus kita tau bahwa di kawasan hutan lindung, kawasan hutan produksi terbatas bahkan sedikit di kawasan itu ada hutan konversi,” katanya.

Ia menambahkan bahkan di lokasi tersebut kawasan hutan lindung dan kawasan produksi terbatas saat ini banyak sekali. Lokasi tersebut juga dialokasikan pembangunan jalan, jembatan, dan pembangunan perumahan.

"Jadi semua yang kita bangun itu karena kita belum mempunyai rencana ditel tata ruang kawasan perbatasan semuanya nebak-nebak atau kira-kira," jelasnya.

Baca: Tragedi Bom di Surabaya, Adik Kandung Amrozi Sebut Ada Aksi Balas Dendam

Jarot Winarno menegaskan, pihaknya sangat senang dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Konsultan Perencanaan Kawasan Permukiman Perbatasan Lokasi Prioritas II Ketungau Hulu Kabupaten Sintang Kalimantan Barat hari ini.

Sebab hadir semua pihak terkait, tim Konsultan Kementerian PUPR, lembaga vertikal, termasuk dari Provinsi Kalimantan Barat. Sehingga dapat menjadi masukan membangun wilayah perbatasan di Kabupaten Sintang.

Penulis: Wahidin
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help