JPU Duga Paket Proyek Pengadaan Meubelair Rusunawa STAIN Dipesan Tidak Resmi

Artinya, kalau prosesnya benar maka tidak ada kesulitan dari PT Triputra Purintraco untuk mengirim barang ke CV Dhariksa Aprobaja.

JPU Duga Paket Proyek Pengadaan Meubelair Rusunawa STAIN Dipesan Tidak Resmi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juliantoro saat diwawancarai usai sidang ketiga di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (16/5/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juliantoro menegaskan pihaknya menduga paket pekerjaan proyek tindak pidana korupsi (tipikor) meubelair rumah susun mahasiswa (rusunawa) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak Tahun Anggaran 2012 dipesan secara tidak resmi melalui mekanisme manajemen perusahaan PT Triputra Purintraco.

“Dugaan kita seperti itu. Dipesan melalui orang bernama Boy Muslim,” ungkapnya usai sidang ketiga di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (16/5/2018) siang.

Dugaan itu bukan tanpa alasan, kata Juliantoro, jika seandainya ada penerbitan surat dukungan pabrik atas 31 item barang meubelair yang dipesan dalam kontrak.

Baca: Pria Difabel Ini Temukan Dompet di Jalanan Pontianak, Hal yang Dilakukannya Bikin Netizen Salut

Seharusnya, tidak ada kesulitan untuk memenuhi barang-barang sesuai spesifikasi kontrak.

“Artinya, kalau prosesnya benar maka tidak ada kesulitan dari PT Triputra Purintraco untuk mengirim barang ke CV Dhariksa Aprobaja. Namun dalam kenyataannya tidak demikian,” terangnya.

Saat pelaksanaan, CV Dhariksa Aprobaja malah memesan barang-barang dari perusahaan selain PT Triputra Purintraco. Untuk pemenuhan barang-barang itu, CV Dhariksa Aprobaja memesan dari perusahaan meubel yang ada di Wajok dan toko meubel di daerah Sungai Jawi.

“Kenapa itu dilakukan, alasannya karena barang-barang itu tidak diproduksi di PT Triputra Purintaco. Kan tidak boleh,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help