JPU Bidik Tersangka Baru Dugaan Tipikor Meubelair Rusunawa STAIN Pontianak Tahun 2012

Satu di antara yang akan diusut adalah adanya aliran uang sebesar Rp 540 juta yang diterima oleh Direktur PT Triputra Purintraco Zakaria.

JPU Bidik Tersangka Baru Dugaan Tipikor Meubelair Rusunawa STAIN Pontianak Tahun 2012
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juliantoro saat diwawancarai usai sidang ketiga di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (16/5/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juliantoro menegaskan akan bidik tersangka baru dalam proyek tindak pidana korupsi (tipikor) meubelair rumah susun mahasiswa (rusunawa) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak Tahun Anggaran 2012.

Satu di antara yang akan diusut adalah adanya aliran uang sebesar Rp 540 juta yang diterima oleh Direktur PT Triputra Purintraco Zakaria. Keterangan ini didapatkan dari keterangan saksi.

“Aliran uang itu bisa dilihat dari fakta persidangan sebelumnya. Bahwa memang Zakaria menerima uang sekitar Rp 540 juta an. Itu sebagai fee dipinjamnya merk Trimex,” ungkapnya saat diwawancarai awak media usai sidang ketiga di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (16/5/2018) siang.

Baca: JPU Duga Paket Proyek Pengadaan Meubelair Rusunawa STAIN Dipesan Tidak Resmi

Trimex menjadi satu diantara merk meubelair yang harus didatangkan sesuai kontraktual. Namun dalam kenyatannya, yang datang bukan barang merk Trimex.

“Kita akan kaji keterangan dari saksi yang panitia pengadaan,” terang Kasipidsus Kejari Pontianak ini.

Ia menambahkan adanya perbedaan merk ini tentu membuat kualitasnya juga beda. Kualitas antara meubel merk Trimex tentu tidak sama dengan meubelair yang dibeli dari toko meubel lokal.

“Itu kan beda dong walaupun secara bentuk sih sama. Bedanya di kualitas kayu seperti ketahanan terhadap rayap atau cuaca kan beda,” jelasnya.

Juliantoro kembali menyoroti jika meubelair dipesan secara resmi maka manajemen pasti tahu. Pihaknya akan melihat fakta-fakta lainnya dari saksi Zakaria yang akan dihadirkan bersama direktur dari perusahan lainnya terkait pengadaan ini pada sidang lanjutan pekan depan.

“Barang bukti asli ada sama kita dan tinggal kita buat laporan kajian, lalu telaah kepada pimpinan. Kalau disetujui ya kita periksa ulang. Kalau melihat fakta persidangan kemungkinan ada tersangka baru,” tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help