Ledakan Bom di Surabaya

Ceramahi Tetangga Soal Agama, Ini Pesan Terakhir Bomber di Polrestabes Surabaya

Di luar dugaan, Kasida juga diceramahi dan diberikan sedikit pengertian tentang agama dan kehidupan oleh Tri Murtiono.

Ceramahi Tetangga Soal Agama, Ini Pesan Terakhir Bomber di Polrestabes Surabaya
Capture CCTV
Serangan bom di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) pagi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SURABAYA - Tri Murtiono, terduga pelaku pengeboman Polrestabes Surabaya, Senin pagi (13/5/2018) lalu, sempat menceramahi salah satu penjual air galon di komplek sekitar rumah kontrakannya, RT 08/RW 02, Tambak Medokan Ayu, Gang 6, Rungkut, Surabaya, sesaat sebelum melakukan pengeboman.

Hal tersebut berdasarkan pengakuan Pak Kasida (54), penjual Air dikomplek tempat Tri Murtiono tinggal, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya, Tri Murtiono sehari sebelumnya, Minggu (12/5/2018) malam memesan air pada Pak Kasida.

Tapi karena ada aktivitas lain, Pak Kasida baru bisa mengantarkannya Senin Paginya.

"Dia (Tri Murtiono) pesan air Minggu malam, tapi karena saya belum sempat antar, saya antarkan Senin paginya, sekitar jam 06.00 WIB," ungkap pria yang sudah selama 8 tahun tinggal di komplek rumah kos Pak Tri tersebut.

Saat mengantar air tersebut, Kasida ngobrol menanyakan asal, pekerjaan dan informasi lainnya, hal itu dilakukan agar lebih dekat dan biasa sudah dia lakukan terhadap penghuni baru di kompleknya.

Saat obrolan tersebut terjadi, di luar dugaan, Kasida juga diceramahi dan diberikan sedikit pengertian tentang agama dan kehidupan oleh Tri Murtiono.

"Ya saya tanya tentang asal dan pekerjaan, dia bilang pekerjaannya usaha almunium, perabotan rumah tangga," terangnya.

Selain ngobrol pekerjaan, Tri Murtiono juga memberikan pemahaman tentang agama dan kehidupan.

"Gak banyak ngobrol pekerjaan, lebih banyaknya tentang agama. Dia bilang hidup itu dipasrahkan saja sama Allah, jangan terlalu mengejar dunia,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help