Cegah Inflasi BI Sarankan Pemkot Pontianak Pastikan Ketersediaan Stok Pangan

Menjelang Bulan Suci Ramadan dan lebaran, inflasi menjadi perhatian semua pihak.

Cegah Inflasi BI Sarankan Pemkot Pontianak Pastikan Ketersediaan Stok Pangan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Grafik perkembangan inflasi Kota Pontianak 

Citizen Reporter
Jimmy Ibrahim
Humas Pemkot Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menjelang Bulan Suci Ramadan dan lebaran, inflasi menjadi perhatian semua pihak.

Gejolak harga menjelang hari besar umat Islam ini acapkali membuat masyarakat panik.

Menurut Adinanto Cahyono, Deputi Kepala Perwakilan Bidang Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia, inflasi menjelang kedua hari besar itu dari tahun ke tahun biasanya memang yang bergejolak adalah dua item, yakni harga bahan pangan dan harga-harga yang diatur oleh pemerintah seperti bahan bakar minyak, gas serta terutama sekali adalah transportasi, khusus di Pontianak kaitannya dengan angkutan udara.

"Untuk penanganan inflasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dan dinas terkait serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) itu mesti memastikan pasokan itu cukup.

Baca: Fordeb dan Fisip Gelar Workshop Literasi Politik, Hadirkan Aktivis 98

Untuk transportasi, TPID harus memastikan bahwa semua itu wajar, bagaimana tidak menciptakan kekhawatiran," ujarnya usai mengikuti rapat koordinasi (rakor) TPID di Aula Rohana Muthalib Kantor Bappeda Kota Pontianak, Selasa (15/5/2018).

Tak kalah pentingnya, lanjut dia, adalah memperhatikan ketersediaan pasokan pangan. Dirinya yakin Pemkot Pontianak maupun Pemprov Kalbar sudah berpengalaman dalam menyediakan kecukupan pasokan ini.

Namun yang tidak bisa dihindari adalah biaya transportasi yang mungkin nanti akan membengkak dikarenakan permintaan yang banyak.

"Ini adalah hal yang tidak bisa dihindari yang mungkin bisa dilakukan Pemerintah Kota atau pemprov bagaimana pengaturannya supaya hal ini tidak menimbulkan kepanikan, dalam arti kalaupun memang tiket itu harus naik harganya, ya jangan sampai banyak calo yang berkeliaran sehingga mengakibatkan harga semakin melambung tinggi," tukasnya.

Selama lima tahun terakhir dari data historis, penelitian pihaknya melihat dua penyumbang inflasi yakni daging dan telur. Diakuinya, kedua komoditas itu sulit dihindari sebagai penyumbang inflasi dari tahun ke tahun.

"Yang paling penting dari inflasi di bulan Ramadan dan menjelang lebaran ini adalah bagaimana caranya supaya inflasi ini tidak berakibat kepada instabilitas keamanan," imbuhnya.

Baca: Curi iPhone, Driver Ojol Ini Diringkus Polisi

Meski diakuinya persentase secara pasti tidak bisa dijelaskan, namun ia katakan ada kecenderungan dari tahun 2015 ke 2016 dan 2017memang ada penurunan dalam inflasi.

Angkutan udara disebut selalu menempati angka yang paling tinggi pada setiap saat bulan Ramadan dan menjelang lebaran. Tetapi bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menurut Adinanto, trennya cenderung menurun.

Kecenderungan menurunnya harga itu kemungkinan sudah banyaknya maskapai yang masuk, jam-jam penerbangan sudah banyak, begitu pula direct flight sudah banyak, sehingga masyarakat banyak pilihan untuk bisa memilih mana yang optimal bagi mereka untuk pulang kampung.

"Tahun ini saya belum bisa memastikan seperti apa kita akan lihat lagi seperti apa karakteristiknya," tuturnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help