Ledakan Bom di Surabaya

Turut Kutuk Keras Aksi Terorisme, BPIP Imbau Implementasikan Pancasila Secara Utuh

BPIP juga mengimbau masyarakat mempercayakan proses hukum kepada Aparat yang berwenang, khususnya POLRI.

Turut Kutuk Keras Aksi Terorisme, BPIP Imbau Implementasikan Pancasila Secara Utuh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISTIMEWA
AUDIENSI - Kepala UKP-Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudi Latif (ketiga dari kanan barisan bawah) usai berdiskusi dengan Para Pemrakarsa-Pendiri GNKRI, di Kantor Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila, Jakarta, Senin (23/10). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif menyampaikan keprihatinan dan duka sedalam-dalamnya atas terjadinya peristiwa terorisme melalui peledakan bom di Surabaya, Provinsi Jawa Timur pada Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018).

“BPIP mengutuk setiap tindakan kekerasan yang dilakukan kaum teroris dan ikut belasungkawa kepada segenap korban mudah-mudahan mereka mendapatkan kelapangan di alam baka dan segenap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ungkapnya melalui rilis yang diterima Tribun Pontianak, Selasa (15/5/2018).

BPIP menyeru masyarakat luas agar tetap tenang dan tabah seraya berhati-hati dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

BPIP juga mengimbau masyarakat mempercayakan proses hukum kepada Aparat yang berwenang, khususnya POLRI.

Baca: Kutuk Keras Terorisme, Lakpesdam PBNU Desak Revisi UU Terorisme

“BPIP mendoakan bangsa dan negara ini agar senantiasa diridhoi Tuhan Yang Maha Esa dalam menciptakan kehidupan tentram damai bersama,” terangnya.

Pihaknya meyakini dengan mengimplementasikan Pancasila secara utuh dan menjalankan agama secara benar, bangsa Indonesia mampu melewati segala cobaan.

“Inilah saatnya seluruh warganegara bahu membahu bergotong royong menolak setiap hasutan dan melaporkan setiap gerak gerik yang mencurigakan yang bertujuan memecah belah dan menteror masyarakat kepada pemerintah,” jelasnya.

BPIP memohon khalayak tidak bertindak emosional sehingga terjebak ikut memviralkan semua video dan foto pemboman gereja.

Hal ini guna mencegah terciptanya rasa takut masyarakat luas sebagaimana target yang diharapkan oleh  terorisme.

“Hapus segala video dan foto korban pemboman yang anda terima. Hormatilah jenazah sesuai keyakinan iman kita,” imbuhnya.

Baca: Fakta Unik! Danau Laet Dikelilingi 12 Pulau, Ada di Kalbar Loh

Ia menimpali kebiadaban terorisme menghancurkan nilai keagamaan dan nilai Pancasila. Siapa yang tak bisa hidup mulia di dunia, tak ada tempat baginya di sisi Tuhan.

“Teroris yang keji, hidup tak mulia, mati tak syahid. Orang-orang yang mati syahid mewariskan kebahagiaan dan kebaikan pada kehidupan. Orang yang mati pengecut tega membunuh dan bunuh diri, yang menimbulkan kesengsaraan dan keburukan bagi kehidupan,” tegasnya.

“Bangsa Indonesia harus yakin akan mampu keluar dari segenap bencana yang ditebar kaum teroris,” tandasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help