Pendeta Samuel R Banjarnahor Ajak Masyarakat Tebarkan Kedamaian dan Kesejukan

"Marilah kita menebarkan kedamaian dan kesejukan dengan tidak memperkeruh suasana yang terjadi saat ini" tuturnya.

Pendeta Samuel R Banjarnahor Ajak Masyarakat Tebarkan Kedamaian dan Kesejukan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Tokoh Agama Kabupaten Mempawah, Pendeta HKBP Samuel R. Banjarnahor. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Tokoh agama kabupaten Mempawah, Pendeta Samuel R Banjarnahor turut berbela sungkawa atas jatuhnya korban jiwa Terkait peristiwa teror bom di kota Surabaya, yang terjadi di tiga lokasi Rumah Ibadah pada minggu (13/05/2018) lalu.

Pendeta HKBP Samuel R. Banjarnahor pun mengutuk aksi teror bom terhadap rumah ibadah yang menelankorban jiwa serta melukai banyak orang tersebut.

Baca: Sebelum Meninggal, Bupati Ki Enthus Susmono Sempat Tak Sadarkan Diri Saat Akan Hadiri Pengajian

Ia menilai aksi teror ini tentunya tidak bersesuaian dengan nilai - nilai keagamaan serta kemanusiaan.

Pendeta Samuel pun sangat mendukung pihak pemerintah, TNI, dan Polri untuk memberantas bertumbuhnya paham terorisme dan radikalisme yang meresahkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Baca: Dinilai Hanya Kalimat Bersayap, HMI Pontianak Prihatin Atas Penahanan Oknum Guru di Kayong Utara

Kemudian, ia juga Menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar tetap tenang, serta tidak takut dalam menjlaankan ritual ibdah, serta aktivitas sehari - sehari, dikarenakan teror Bom yang terjadi.

Selain itu, ia juga menghimbau seluruh masyarakat agar menghentikan penyebaran foto dan vidio, yang akan memunculkan rasa takut di masyarakat.

"Marilah kita menebarkan kedamaian dan kesejukan dengan tidak memperkeruh suasana yang terjadi saat ini" tuturnya.

Pendeta Samuel mengingatkan agar masyarakat pun turut waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi

"Oleh sebab itu, mari bersama bergandengan tangan untuk menjaga dan merawat keutuhan Negara kesatuan Republik indonesia" ajaknya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help