Biddokkes Polda Kalbar Sosialisasi Pencegahan dan Pengendaliaan Penyakit Demam Berdarah

Biddokkes Polda Kalbar menggelar sosialisasi tentang pencegahan dan pengendaliaan penyakit demam berdarah di aula Dhira Wijaya Polres Sambas

Biddokkes Polda Kalbar Sosialisasi Pencegahan dan Pengendaliaan Penyakit Demam Berdarah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Biddokkes Polda Kalbar menggelar sosialisasi tentang pencegahan dan pengendaliaan penyakit demam berdarah di aula Dhira Wijaya Polres Sambas, Selasa (14/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Biddokkes Polda Kalbar menggelar sosialisasi tentang pencegahan dan pengendaliaan penyakit demam berdarah di aula Dhira Wijaya Polres Sambas, Selasa (14/5/2018).

Tim Biddokkes Polda Kalbar dipimpin oleh Drg Weni Herawati, datang di Polres Sambas memberikan sosialisasi mengenai bagaimana melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit demam berdarah.

Dr Disylvawanti PPS hadir selaku narasumber dalam kesempatan itu menjelaskan, penyakit demam berdarah yang akhir-akhir ini sudah merambah di pelosok wilayah Kalimaantan Barat, bukan hanya anak-anak saja, melainkan orang dewasa juga sudah banyak yang terkena penyakit tersebut.

Baca: 6 Fakta Debat Pilgub Jabar! Alasan Syaikhu, Hingga Cederai Demokrasi

"Untuk pencegahannya, terutama lingkungan rumah harus dalam keadaan bersih, kemudian juga harus bersih di selokan-selokan dan tempat penampungan air. Adapun ciri-ciri DBD, yakni demam panas tinggi, bintik-bintik merah dan mual atau muntah, segera bawa ke rumah sakit terdekat," ungkap dokter yang sehari-harinya disapa Dr Wanti.

Narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Dr Boni dalam kesempatan tersebut, juga menyampaikan gejala penyakit jantung.

"Di antaranya nyeri di dada, sering kesemutan atau kram, telapak tangan dan kaki berkeringat, kaki mudah bengkak, sesak nafas, merasa kelelahan," jelasnya.

Baca: Penjual Togel di Jawai Ditangkap Polisi, Ini Barang Bukti Yang Diamankan

Sedangkan untuk gejala indikasi penyakit paru-paru, antara lain sesak nafas, sering batuk-batuk, sering alergi, sering ada lendir di ludah pada pagi hari, banyak berkeringat di malam hari, dan nafas pendek terengah-engah.

"Untuk mencegahnya, kami menyarankan untuk tidak merokok dan meminum kopi," ujarnya.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran, staf Polres Sambas, serta anggota Polsek jajaran dan anggota Bhayangkari.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: listya sekar siwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help