Teror Bom Surabaya dan Sidoarjo Tak Pengaruhi Aktivitas Pasar Modal

BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) prihatin atas serangan teror Surabaya.

Teror Bom Surabaya dan Sidoarjo Tak Pengaruhi Aktivitas Pasar Modal
ist
Illustrasi IHSG. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam bagi para korban dan keluarga atas serangan teror bom yang di Surabaya dan Sidoarjo, Minggu (13/5/2018).

BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) prihatin atas serangan teror yang total menewaskan 25 orang dan puluhan luka-luka.

"Kami sangat prihatin atas kejadian ini," kata Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, dalam rilis yang diterima Tribun, Senin (14/5/2018).

Tito Sulistio mengimbau seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal.

Pengalaman pada teror bom Thamrin 14 Januari 2016, ucapnya, menunjukkan teror tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal.

Baca: Persebaya Surabaya vs Persib Bandung Resmi Ditunda

Baca: Misteri Hilangnya Novelis Tersohor Dunia Agatha Christie yang Hingga Kini tak Terungkap

Pada saat terjadinya teror, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi sebanyak 77,86 poin atau sebanyak 1,72 persen di level 4.459,32 poin.

Koreksi IHSG itu hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53 persen dan keesokan hari menguat 0,24 persen.

Investor di pasar modal tidak terpengaruh oleh gerakan teror yang terjadi.

Tito Sulistio yakin bahwa pada teror bom Surabaya juga tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas di pasar modal.

Secara fundamental Perusahaan Tercatat yang tergabung dalam LQ45 menunjukkan kinerja yang solid dengan rata-rata pendapatan meningkat sebesar 15,96 persen dan laba bersih meningkat 11,68 persen pada kuartal 1 2018 dibandingkan dengan kuartal 1 2017.

Baca: Densus 88 Tangkap 13 Terduga Teroris di Surabaya dan Sidoarjo, 4 Tewas Ditembak

Baca: Setelah Bom Meledak, Perwira Polisi Ini Langsung Sambar Anak Pelaku Bom: Saya Takut Mobil Terbakar

Sementara kondisi pasar juga cukup stabil yang ditunjukkan dengan likuiditas transaksi yang tinggi dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp 8,87 triliun (meningkat sebesar 16,7 persen dibandingkan 2017) dan frekuensi harian sebesar 387 ribu (meningkat sebesar 23,7 persen dibandingkan 2017).

Baca: Medsos Banjir Hoaks dan Hate Speech, Kominfo Siap Tutup FB Indonesia

Baca: Pastikan Kota Pontianak Masih Aman, Ini Imbauan Pjs Wali Kota dan Kapolres

Direktur Utama BEI juga mengimbau agar investor dan seluruh pelaku pasar modal tidak bereaksi berlebihan dan tetap optimistis terhadap stabilitas keamanan nasional.

"Sebagai wujud keprihatinan dan ketegaran atas tragedi di Surabaya kami meminta kepada seluruh SRO dan anak Perusahaan dalam 3 hari ini sejak Senin (14/5) sampai dengan Rabu (16/5) untuk mengenakan pakaian putih dengan pita hitam di lengan kanan dan juga menghimbau Perusahaan Tercatat dan Anggota Bursa untuk melakukan hal yang sama yaitu mengenakan pakaian putih dengan pita hitam sebagai bentuk ketegaran," katanya. (*)

Artikel ini telah terbit di Tribun Jabar 

Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help