Orangutan Rusak Kebun Warga di Desa Tanjungpura

Orangutan yang datang itu diperkirakan sudah dewasa karena tinggi badannya sama seperti manusia dewasa

Orangutan Rusak Kebun Warga di Desa Tanjungpura
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Orangutan memanjat pohon di kawasan pemukiman warga Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Senin (14/5). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Warga Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan resah pada orangutan yang merusak kebun mereka. Hal ini diungkapkan Tokoh Masyarakat Desa Tanjungpura, Mat Amin yang juga mengaku melihat secara langsung orangutan itu.

Menurutnya ada satu orangutan yang sering masuk ke wilayah pemukiman mereka. Kejadian ini sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.

Hingga pada Senin (14/5) orangutan itu datang lagi, memanjat dan memakan buah nangka warganya.

“Orangutan yang datang itu diperkirakan sudah dewasa karena tinggi badannya sama seperti manusia dewasa,” ungkat Mat Amin kepada awak media di Ketapang, Senin (14/5/2018).

Baca: Ilegal Logging Ancam Populasi Orangutan

Ia mengungkapkan orangutan tersebut datang satu hingga dua kali dalam sebulan. Setiap masuk ke pemukiman pasti juga akan memakan buah-buahan milik warga. Sebab itu warga khawatir jika buah-buahan dikebun warga sudah habis.

Maka orangutan tersebut akan masuk ke rumah warga untuk mencari makan. Sehingga bisa dipastikannya akan terjadi konflik antara orangutan itu dengan warga setempat. Jika tidak segera diatasi tentu bisa membahayakan kedua belah pihak.

Terlebih saat ini warga sudah mengeluhkan masukkan orangutan tersebut. Lantaran tak hanya karena memakan buah-buah dan merusak kebun warga. Tapi warga juga takut orangutan itu mengamuk dan membahayakan keselamatan.  

“Pada hal sudah beberapa kali kita usir tapi orangutan itu tetap datang lagi. Jadi kita berharap pihak berwenang segera mengatasi persoalan ini sebelum terjadi hal tak diinginkan. Jika ini terus dibiarkan tentu pertama warga jadi korban,” jelasnya.

“Terutama orangutan itu pasti terus merusak kebun warga. Sehingga tidak menutup kemungkinan warga akan bertindak terhadap orangutan itu. Bahkan bisa saja orangutan itu dibunuh warga dan hal itu yang tak kita inginkan,” lanjutnya.

Dirinya merasaka khawatir jika hal tersebut sampai terjadi sebab bisa dipastikan warganya akan terjerat masalah hukum. “Jadi kalau hal tersebut sampai terjadi kita harap jangan salahkan warga karena selama ini mereka sudah sangat bersabar,” ujarnya.

Media and Communication International Animal Rescue (IAR) Indonesia, Heribertus Suciadi mengaku pihaknya belum ada mendapatkan laporan mengenai orangutan itu. Sebab itu ia belum bisa memberikan tanggapan banyak.

Namun ia mengimbau bagi warga yang menemukan orangutan tersebut agar segera melapor kepada pihak berwenang. KhususnyaBalai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sehingga bias ditindaklanjuti petugas terkait bahkan oleh pihaknya.

Lantaran pihaknya tak bisa mengambil tindakan jika tanpa sepengetahuan dan izin pihak BKSDA. “Jika sudah ada laporan ke BKSD maka kita tinggal melakukan komunikasi dan kerjasama untuk menanggulangi persoalan tersebut,” ujarnya.

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help